Sempat Diculik dan Ditodong Senjata di Papua Nugini, Pilot Australia dan Dua Pekerja Dibebaskan

| 27 Feb 2024 07:15
Sempat Diculik dan Ditodong Senjata di Papua Nugini, Pilot Australia dan Dua Pekerja Dibebaskan
Pilot Australia (Dok: Freepik/rawpixel.com)

ERA.id - Seorang pilot helikopter Australia dan dua pekerja lokal berhasil dibebaskan setelah diculik di Papua Nugini. Mereka sempat ditodong senjata oleh kelompok bersenjata, Senin (26/2/2024). 

Menurut laporan Reuters, pilot Australia dan dua pekerja itu mendarat di dataran tinggi terpencil di Papua Nugini. Ketiganya berhasil dibebaskan setelah pasukan keamanan melalukan negosiasi dengan kelompok bersenjata itu.

"Ketiganya mendarat di lokasi telekomunikasi terpencil dekat Gunung Sisa di provinsi Hela ketika kelompok bersenjata membawa mereka pergi," kata David Manning, komisaris polisi Papua Nugini.

Lalu, kata David, meski sempat ditodong senjata dan diculik, ketiganya berhasil selamat dalam kondisi tanpa luka. Pihak keamanan melakukan negosiasi dengan pemimpin kelompok itu sebelum akhirnya dibebaskan setelah beberapa jam ditahan.

"Namun mereka dibebaskan dengan selamat dan tidak terluka setelah sejumlah besar personel keamanan merespons dan bernegosiasi dengan kelompok tersebut melalui para pemimpin setempat," katanya. 

Sejauh ini, pasukan keamanan sedang melacak para pelaku. Polisi juga akan menggunakan kekuatan mematikan jika mereka mencoba menolak penangkapan.

“Negara kita sudah muak dengan teroris domestik yang merusak keselamatan dan keamanan komunitas kita, dan mereka tidak punya tempat untuk berjalan bebas,” tegasnya.

Polisi sebelumnya telah diizinkan untuk menggunakan kekuatan mematikan terhadap para penculik.

Penculikan itu terjadi hampir setahun dan di provinsi yang sama di mana seorang arkeolog Australia dan dua peneliti Papua Nugini dibawa dan ditahan selama lebih dari seminggu sampai uang tebusan dibayarkan.​

Rekomendasi