Ada 100 Ribu Kasus COVID-19 di AS selama Tujuh Hari Berturut-turut

Tim Editor

Ilustrasi: Seorang tenaga kesehatan menggunakan baju hazmat lengkap dengan face shield dan masker N95. (Foto: Il Vagabiondo/Unsplash)

ERA.id - Amerika Serikat terus mendeteksi kasus infeksi COVID-19 dalam jumlah besar, bahkan melampaui rekor-rekor sebelumnya. Pada Selasa (10/11/2020) tren ledakan jumlah infeksi COVID-19 mencapai level tertingginya selama tujuh hari berturut-turut, seperti dihitung oleh Reuters.

Pada Selasa malam, meski beberapa negara bagian Amerika Serikat belum mengumpulkan catatan kasus COVID-19 hari itu, telah ada 134.000 kasus infeksi korona dalam waktu 24 jam terakhir. Dengan begitu, rata-rata kasus infeksi korona baru di AS adalah 120.000 kasus per hari selama satu pekan terakhir.

Angka kematian akibat COVID-19 pada Selasa adalah 1.450 kasus. Ini untuk pertama kalinya di AS terdapat lebih dari 1.400 kasus kematian akibat COVID-19 dalam sehari.

Angka kematian akibat COVID-19 di AS
Angka kematian akibat COVID-19 di Amerika Serikat dalam rerata 7-harian. (Sumber: The COVID-19 Tracking Project)

Pasien COVID-19 yang harus opname di rumah sakit pun meningkat, mencapai 61.471 pasien per Selasa malam waktu setempat. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di AS selama pandemi berlangsung.

Figur kesehatan publik, seperti anggota satuan tugas COVID-19 Gedung Putih Dr. Anthony Fauci, menyadari bahwa masyarakat perlu memaklumi diri bila merasa was-was dengan meningkatnya angka infeksi COVID-19 di tengah bergulirnya musim dingin sehingga makin menguras sumber daya medis di rumah-rumah sakit.

"Was-was terhadap COVID-19 itu nyata, dan bisa dipahami," kata Fauci. "Namun, bertahanlah sedikit lagi. Lakukan apa yang harus Anda lakukan, dan kita akan baik-baik saja."

Berita mengenai efikasi vaksin COVID-19 buatan Pfizer/BioNtech, yang diumumkan Senin lalu, dianggap sebuah kabar baik bagi siapapun yang menjalani pandemi ini. Untuk warga AS sendiri, vaksin tersebut sudah bisa diberikan per Desember apabila perusahaan farmasi itu bergerak cepat dan mendapatkan izin dari Badan Obat dan Makanan (FDA) AS.

Pada Senin lalu, Pfizer mengumumkan bahwa vaksin COVID-19 buatan mereka 90 persen efektif melawan infeksi korona. Sementara itu, perusahaan vaksin lainnya, Moderna, menyatakan akan mengumumkan hasil uji klinis fase III vaksin mereka pada akhir November.

Peta sebaran pasien COVID-19
Peta sebaran pasien COVID-19 di Amerika Serikat yang harus opname di rumah sakit. (Sumber: The COVID-19 Tracking Project)

Dengan meroketnya lagi angka infeksi COVID-19, beberapa negara bagian di AS kini sedang mempertimbangkan untuk menutup lalu lintas keluar masuk kawasan mereka. Negara-negara bagian itu mencakup California, Minnesota, hingga Illinois.

Negara-negara bagian tersebut bakal kembali ke model pembatasan sosial yang dulu pernah digulirkan. Misalnya, seluruh pesanan makanan di restoran harus disantap di rumah, hingga pembatasan acara di dalam ruangan, seperti gym dan aktivitas relijius.

Tag: amerika serikat pandemi COVID-19

Bagikan: