Karya Seni Vagina di Brazil Picu Debat Dua Kubu Politik

Tim Editor

Instalasi seni dengan nama "Diva" adalah karya seniman visual Juliana Notari dan bisa disaksikan di taman seni Kota Pernambuco, Brazil. (Foto: Juliana Notari/Instagram)

ERA.id - Instalasi seni berbentuk vagina sepanjang 33 meter mengundang debat di Brazil, mempertemukan para pendukung politik Presiden Jair Bolsonaro yang ultra-konservatif melawan para penikmat seni yang lebih liberal.

Karya berbahan dasar semen berlapis resin tersebut dinamai 'Diva' oleh kreatornya, seniman visual Juliana Notari. Karya ini dibuat di sebuah taman seni di Kota Pernambuco, Brazil, dan dirilis ke publik pada hari Sabtu, (2/1/2021), demikian dilaporkan koran The Guardian.

Lewat sebuah posting Facebook, Notari memaksudkan bentuk alat kelamin perempuan berwarna merah muda itu sebagai kritik atas masyarakat Barat yang terlalu memuja kaum pria dan daya cipta manusia, alias 'antroposentris'. Ia berharap karya seni itu bisa memicu debat mengenai gender.

Diva
Karya seni 'Diva' terletak di lahan bekas pabrik penggilingan tebu di Brazil. (Foto: Juliana Notari/Instagram)

"Isu-isu seperti ini menjadi semakin mendesak sekarang," kata sang seniman. Menurutnya, Brazil sejak diperintah oleh Presiden Jair Bolsonaro semakin intoleran.

Komentarnya yang terakhir sontak mengundang reaksi keras dari ribuan pengguna Facebook, yang mayoritas merupakan pendukung Presiden Bolsonaro. Analis politik pro-Bolsonaro, Olavo de Carvalho, juga menanggapi konten tersebut lewat cuitan yang ditaburi banyak kata-kata kasar.

Namun, tak sedikit pula yang bereaksi positif terhadap karya seni Notari. Seorang sutradara film asal Pernambuco, Kleber Mendonca Filho, memuji Notari karena mampu merespon iklim konservatisme di Brazil lewat sebuah simbol vagina raksasa.

"Berbagai reaksi terhadap karya Anda ini mencerminkan situasi (di masyarakat), ini sebuah kesuksesan," kata dia lewat sebuah cuitan Twitter.

Proses pembuatan 'Diva'
Proses pembuatan karya seni 'Diva'. (Foto: Juliana Notari/Instagram)

Sejak 2019, Presiden Bolsonaro telah kerap menuduh para seniman sebagai kelas yang bobrok dan suka menyedot dana publik untuk menyebarkan 'sampah berbau komunisme', seperti dilaporkan koran The Guardian.

Sejumlah artis ternama di Brazil meninggal karena infeksi Coronavirus DIsease (COVID-19) tahun ini. Presiden Bolsonaro tidak memberi respon atas kabar dukacita tersebut, demikian dilaporkan The Guardian.

 
 

 

 

Tag: seni Brazil

Bagikan: