'Awas, Ada Corona': Wali Kota di Venezuela Tandai Merah Rumah Pasien COVID-19

Tim Editor

Rumah pasien COVID-19 di kota Sucre, Venezuela, ditempeli tanda merah. (Foto: Tangkapan layar/Duque)

ERA.id - Seorang wali kota di Venezuela memasang simbol peringatan berwarna merah di rumah pasien yang terinfeksi COVID-19.

Wali kota tersebut juga mengancam akan memotong antuan kesejahteraan bagi mereka yang melanggar karantina, serta mendorong kepala jaksa penuntut negara untuk tak segan membuka penyelidikan.

"Kami melindungi orang-orang kami," kata Luis Duque, wali kota kota Sucre di negara bagian Yaracuy, menunjuk ke tanda kertas putih di sebuah rumah dengan lingkaran merah tercoret, seperti diberitakan ANTARA, (8/4/2021).

"Ini menandakan ada kasus COVID atau dugaan kasus COVID, sehingga masyarakat waspada," imbuhnya dalam video yang diunggah pekan ini di akun Instagram miliknya.

Ia mengatakan kepada radio lokal bahwa langkah-langkah radikal diperlukan ketika Venezuela menangani gelombang kedua virus corona.

Duque mengatakan manfaat bantuan - termasuk pemberian makanan dan gas untuk memasak - dapat dihentikan jika orang tidak mematuhi perintah karantina.

Langkah Duque, anggota Partai Sosialis yang berkuasa di pemerintahan  Presiden Nicolas Maduro, dituduh pihak oposisi bertindak diskriminatif. Namun, ia mendorong Jaksa Agung Tarek Saab membuka penyelidikan.

Dalam sebuah unggahan Twitter pada  Rabu, Saab menyebut tindakan tersebut "memecah belah" dan mengatakan Duque bertindak secara sepihak.

Saab menambahkan bahwa kantornya dan kantor ombudsman negara bagian telah mulai menghapus tanda-tanda itu.

Negara Amerika Selatan itu mengalami lonjakan wabah virus setelah puncak pertama Agustus lalu, dengan 1.526 kasus baru dan 15 kematian dilaporkan  hari Selasa.

Yaracuy melaporkan 186 kasus baru pada  Selasa, keempat di antara 23 negara bagian dan ibu kota distrik, data resmi menunjukkan.

Duque mengatakan kotanya juga akan mendenda uang senilai Rp131 ribu kepada siapa pun yang tidak mematuhi karantina.

Baik kementerian informasi Venezuela maupun Duque tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Dia mengatakan kepada radio lokal bahwa jika ada yang menganggap tindakan tersebut tidak konstitusional maka mereka dapat menggugatnya di pengadilan.

Tag: venezuela pandemi COVID-19

Bagikan: