Jangan Abaikan Stres di Tempat Kerja

| 14 Feb 2019 08:23
Jangan Abaikan Stres di Tempat Kerja
Ilustrasi (Pixabay)
Bandung, era.id - Stres di lingkungan kerja kerap diabaikan, meski masuk dalam kategori salah satu gangguan kejiwaan. Padahal jika ditelaah kembali, pengelolaan stres sangat penting dan memiliki peran strategis.

Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKI), dikisaran 15-30 persen setiap tahunnya terdapat pegawai yang mengalami stres. Hal itu menyebabkan menurunnya produktivitas yang berujung kerugian terhadap perusahaan akibat pengaruh buruknya kinerja pegawai.

Menurut anggota PDSKI Teddy Hidayat, stres di tempat bekerja seringkali terjadi tanpa disadari sehingga terlambat mendapatkan pengobatan yang optimal. Jika mendapatkan pengobatan yang tepat kata Teddy, sebanyak 70-80 persen pegawai yang mengalami stres akan membaik secara signifikan.

"Banyak faktor risiko stres di lingkungan kerja seperti tugas tidak sesuai kompetensi, jenjang karier yang tidak jelas, beban kerja yang tinggi serta jam kerja yang tidak fleksibel, penghasilan rendah dan lain sebagainya," kata Teddy Hidayat, di Bandung, Rabu (13/2/2019).

Teddy Hidayat mengatakan dampak terburuk dari stres di lingkungan kerja bisa mengancam kehidupan keluarga. Teddy menjelaskan ancaman itu berupa perceraian, kekerasan dalam rumah tangga dan interaksi sosial pada pekerja.

Agar tidak mengalami stres di lingkungan kerja, Teddy memberi tips untuk menangkalnya. Salah satunya dengan menceritakan kesulitan dan membicarakan secara terbuka tekanan pekerjaan yang sedang dialami, baik terhadap atasan maupun kepada rekan atau teman dekat.

"Mengalirnya kata-kata akan mengurangi beban dan meringankan hati," ujar Teddy.

Rekomendasi