Keajaiban Atalanta si Nerrazzuri 'Ori'

Tim Editor

Atalanta (AFP)

Jakarta, era.id - Atalanta Calcio membuat kejutan setelah berhasil lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan mengalahkan Shakhtar Donetsk dengan skor 0-3, di Stadion OSK Metalist Rabu (11/12/2019) atau Kamis dini hari WIB. 

Gol-gol Atalanta itu tercipta lewat Castagne pada menit ke-66, Pasalic (80'), dan Gosens pada menit ke-94. Hasil itu membuat Atalanta lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan status runner-up menemani Manchester City di Grup C. Sangat mengejutkan karena Atalanta sebelumnya berada di posisi paling buncit Grup C lewat 3 kali kalah, sekali seri, dan sekali menang dengan koleksi 4 poin.

Hebatnya lagi, sebelum laga tadi malam, I Nerrazzuri hanya akan lolos ke babak 16 besar jika mampu mengalahkan Shakhtar Donetsk di kandang lawan dan Dinamo Zagreb tidak mengalahkan Manchester City. Dengan usaha sendiri ditambah "bantuan" dari Manchester City yang mengalahkan Dinamo Zagreb, Atalanta ternyata berhasil mewujudkan keajaiban!

Pelatih Gian Piero Gasperini pun tak menyangka anak asuhnya bisa melangkah ke babak 16 besar liga klub-klub top Benua Biru, apalagi Gli Orobici berada satu grup dengan raksasa Inggris, Manchester City.

"Mereka semua sangat kuat, tidak masalah kami bakal melawan siapa. Kami tak bisa memilih Juventus atau Manchester City, pun yang lainnya juga luar biasa," ujarnya seperti dikutip dari Football Italia, Kamis (12/12/2019).


Atalanta Calcio (Reuters)

Gasperini juga siap mengahadapi tim-tim besar lain di fase gugur dan berharap bisa melaju sejauh mungkin. "Jujur, kami senang berkompetisi di sini dan berharap bisa membawa para penggemar kami ke kota yang indah untuk laga tandang," ucapnya.

Si Nerrazzuri 'Ori'

Klub asal kota Bergamo ini mengenakan seragam bercorak biru-hitam, sama dengan klub besar Italia Internazionale Milan. Namun, meski sama-sama Nerrazzuri (biru-hitam dalam bahasa Italia), Atalanta lahir setahun lebih dulu dari Inter yakni pada 1907. 

Sang pelatih, Gian Piero Gasperini juga adalah eks pelatih Inter pada 2011, Namun Gasperini hanya bertahan 3 bulan di kota Milan karena serangkaian hasil buruk La Beneamata. 

Selain itu, Atalanta juga menggunakan Stadion Giuseppe Meaza atau San Siro, kandang Inter Milan dan AC Milan sebagai markas mereka untuk bertarung di Liga Champions karena Stadio Azzurri d'Italia kandang mereka, tak memenuhi standar UEFA. Sontak pemilihan San Siro sebagai markas Atalanta mengundang kecaman dari fans Inter dan Milan.

Suporter garis keras Milan yang tergabung dalam Curva Sud melakukan protes keras. Keputusan tersebut dianggap menyinggung fan I Rossoneri yang musim ini tak bisa mendukung tim kesayangan mereka berlaga di Liga Champions.

"Permintaan Percassi menyinggung kami para suporter Milan. San Siro adalah rumah kami," tulis pernyataan Curva Sud.

Protes keras juga dilakukan fan Inter Milan. Keputusan yang dibuat para petinggi dianggap telah menginjak-injak logika. Terlebih I Nerazzurri juga tampil di Liga Champions.

Tapi positifnya, kedua fans klub asal Kota Mode itu bisa menonton dan menikmati pertandingan babak gugur Liga Champions di kota mereka.

Kini nasib dua I Nerrazzuri di Liga Champions berbanding terbalik. Inter harus kandas di fase grup usai kalah dari Barcelona di laga pamungkas fase grup. Namun, Inter berjaya di Liga Italia, mereka adalah capolista sementara, sedangkan Atalanta masih berada di papan tengah klasemen di posisi keenam.

Tag: liga champions

Bagikan: