Go-Jek Ekspansi ke Asia Tenggara

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Rencana Go-Jek untuk melebarkan sayapnya ke empat negara Asia Tenggara kian mantap. Hal tersebut, kabarnya, mendorong perusahaan penyokong dana Go-Jek; Tencent dan Warburg Pincus untuk menambah investasi. 

Menurut pemberitaan di berbagai media, kedua perusahaan tersebut menawarkan investasi tambahan sebesar 1 miliar dolar AS atau setara Rp13,8 triliun. Tawaran tersebut kabarnya sudah didiskusikan secara informal oleh pihak terkait.

Suntikan dana tambahan tersebut tak lain untuk melakukan ekspansi ke empat negara yaitu Filipina, Thailand, Singapura, dan Vietnam. Namun sejauh ini, pembicaraan masih dalam tahap awal sehingga belum ada keputusan.

Sebelumnya, Go-Jek secara resmi mengumumkan rencana ekspansi ke empat negara tersebut dalam beberapa bulan ke depan untuk memberikan layanan ride-hailing di negara-negara tersebut. Mengutip dari laman resminya Go-Jek, www.go-jek.com perusahaan yang dinahkodai Nadiem Makariem ini akan berinvestasi sebesar 500 juta dolar AS. 

Saat ini, kabarnya Go-Jek tengah sibuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah negara setempat dan juga stakeholder lainnya untuk memastikan kesiapan operasional. Kemudian, nantinya, bisnis di masing-masing negara akan dijalankan oleh tim lokal yang akan didukung oleh teknologi dan keahlian dari Go-Jek yang telah terbukti berhasil dalam tiga tahun menjadi salah satu perusahaan teknologi revolusioner Indonesia. 

Rencana melebarkan sayap bisnis ke negara-negara di Asia Tenggara ini dilakukan dengan perencanaan dan riset pasar mendalam yang dilakukan selama berbulan-bulan, sejalan dengan penggalangan investasi Go-Jek seri terakhir yang membawa investasi dari Astra, Google, Tencent, JD.COM, Meituan, dan lainnya.

Berkat keberhasilan Go-Jek melakukan penggalangan dana dari perusahaan investasi tersebut, perusahaan ini mengantongi modal sebesar Rp20,8 triliun dan membuat valuasinya mencapai Rp69,4 triliun. Hal tersebut otomatis membuat Go-Jek menjadi salah satu perusahaan rintisan berbasis teknologi (start-up) yang masuk dalam jajaran 'unicorn', yakni start up dengan valuasi di atas 1 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp13 triliun. 

Lantas, apakah Go-Jek akan mampu bersaing dengan perusahaan serupa yang sudah bercokol di pasar Asia Tenggara lebih dulu, yakni Grab? kita lihat saja nanti.

Baca Juga : Empat Unicorn Indonesia


Ilustrasi (era.id)

Tag: unicorn startup

Bagikan: