Duka Kematian Koko, Gorila Penguasa Bahasa Isyarat

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Koko (Sumber: The Gorila Foundation)

Jakarta, era.id - The Gorilla Foundation menyampaikan pengumuman menyedihkan hari ini, tentang Koko, seekor gorila dataran rendah barat yang mati.

Koko adalah gorila istimewa, sebab ia menguasai bahasa isyarat Amerika. Enggak heran, kematian Koko di usianya yang ke-46 tahun ini meninggalkan duka yang begitu terasa.

"Yayasan Gorilla bersedih untuk mengumumkan matinya Koko kita tercinta ... Dia dicintai dan akan sangat dirindukan," tulis The Gorilla Foundation dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/6/2018).

Koko adalah satu dari segelintir primata yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Selain Koko, ada juga Washoe yang merupakan simpanse betina di negara bagian Washington, serta Chantek, seekor orang utan jantan di Atlanta.

Khusus Koko, ia enggak cuma menguasai bahasa isyarat. Sebagaimana dilansir Antara, sang perawat menyebut Koko juga memahami sejumlah kosa kata dalam bahasa Inggris.

Menyusul kematian Koko, jagat media sosial diramaikan oleh ungkapan duka cita. Seorang pendeta bernama Jess Cameron, lewat akun Facebooknya menuliskan, "meraung sedih seperti bayi sekarang."

"Berita ini baru saja menghancurkan hatiku. Sejak usia dini, aku terpesona dengan Koko dan dia mengajariku banyak hal tentang cinta, kebaikan, rasa hormat terhadap hewan, dan planet kita," tambahnya.

Ungkapan duka lain juga tertangkap dari postingan netizen lain. Robert Randall, dalam akun Facebooknya menuliskan, "Koko lebih dari seekor gorila. Koko adalah hewan yang mampu mengajarkan manusia tentang berbagai hal yang kerap dilupakan manusia."

Unik dan berprestasi


Koko dan binokularnya (Sumber: The Gorila Foundation)


Kemasyhuran mulai dijajaki Koko sejak tahun 1998. Koko mencuri perhatian khalayak ketika videonya dipublikasikan di jagat maya. Saat itu, Koko melakukan percakapan "antarjenis" pertama. 

Dengan bahasa isyarat, Koko mengungkapkan kalimat "saya suka minuman" kepada seorang juru alih bahasa manusia yang kemudian meneruskan pesan Koko itu kepada puluhan ribu peserta dalam jaringan yang bergabung dalam peristiwa bersejarah itu.

Sejak itu, Koko banyak dilibatkan dalam sejumlah kampanye konservasi gorila dan binatang langka. Di tahun 1978, Koko sempat dua kali mejeng di sampul majalah National Geographic.

Selain itu, Koko juga pernah bergaya bak bintang film. Sosoknya kerap ditayangkan dalam banyak film dokumenter. Salah satu foto Koko yang paling terkenal adalah gambar yang menampilkan Koko yang tengah berpose memotret dirinya sendiri lewat sebuah cermin.

Dalam sebuah video yang diunggah dalam situs The Gorilla Foundation, Koko juga diketahui sempat berkolaborasi dengan bassis atraktif Red Hot Chilli Peppers, Flea. 

Meski begitu cemerlang sebagai individu, sejatinya Koko dan sejumlah gorila lain di seluruh dunia tengah berada dalam ancaman kepunahan. Dalam satu dekade terakhir, populasi gorila dataran rendah terus terancam akibat penebangan hutan dan perburuan liar di habitat mereka di Afrika Tengah.
 

Tag: viral anak nonton porno yang unik hewan langka mereka terancam punah

Bagikan: