Satgas IKN PUPR Sebut Pembangunan IKN Transformasi BUMN, dari Pola Kerja hingga Konstruksi

| 28 Aug 2023 16:53
Satgas IKN PUPR Sebut Pembangunan IKN Transformasi BUMN, dari Pola Kerja hingga Konstruksi
Maket Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. ANTARA/Aji Cakti

ERA.id - Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Sumadilaga mengungkapkan pembangunan IKN Nusantara mentransformasi perusahaan BUMN Karya seperti PT Wijaya Karya (WIKA).

"Pembangunan di IKN kita memiliki tujuan, dan salah satu tujuan tersebut adalah transformasi. Mengingat BUMN terlibat dalam pembangunan IKN maka BUMN turut bertransformasi," ujar Danis di Jakarta dikutip dari Antara, Senin (28/8/2023).

Dani mengatakan transformasi itu terjadi dalam semua aspek mulai dari human capital, teknologi, material konstruksi, pola kerja, pengujian sampai dengan perencanaan serta pelaksanaan konstruksi.

"Kita haruskan BUMN menggunakan teknologi tersebut dalam pembangunan infrastruktur di IKN, termasuk dalam pembangunan Multy-Utility Tunnel (MUT)," katanya.

BUMN seperti WIKA juga memiliki personel dengan kapasitas dan pengalaman mumpuni di bidang Quality, Health, Safety and Environment (QHSE) guna melakukan pengawasan terhadap keselamatan dan keamanan bekerja dalam pembangunan IKN. WIKA juga menempatkan engineer-engineer yang mampu menghasilkan metode kerja yang lebih efektif dari sisi waktu maupun penggunaan material yang lebih efisien.

"Jadi ada transformasi, dan transformasi bekerja dimulai dari sekarang di IKN sejak perencanaan sampai pelaksanaan," kata Danis.

Sebagai informasi, WIKA terlibat dalam mega proyek pembangunan IKN Nusantara dengan salah satunya membangun Multy-Utility Tunnel (MUT) di Jalan Sumbu Kebangsaan Timur.

Pembangunan Proyek Jalan Sumbu Kebangsaan Timur juga disertai dengan Multy-Utility Tunnel (MUT) yang menjadi ciri kota masa depan. Kehadiran MUT bertujuan agar pemasangan jaringan kabel tidak lagi dilakukan di atas permukaan tanah sekaligus memudahkan dari sisi perawatan terhadap jaringan-jaringan yang terpasang.

MUT membentang sepanjang 5,9km di kedua sisi jalan kawasan Sumbu Kebangsaan Timur untuk menampung jaringan pipa air, fiber optik dan kabel listrik.

Selain itu, MUT juga berfungsi sebagai drainase dengan mengolah air pembuangan dengan sediment trap sehingga air dalam kondisi yang lebih bersih ketika dibuang ke embung.

Pembangunan MUT di Sumbu Kebangsaan Timur menjadi yang pertama dikerjakan oleh WIKA dan BUMN Karya lainnya. Dalam pembangunannya juga melibatkan diskusi dengan Kementerian PUPR selaku pemilik proyek sekaligus ahli dan konsultan berpengalaman dari luar negeri untuk benchmark pembangunan dan pemanfaatan MUT di kota-kota maju dunia.

Rekomendasi