Dampak Konflik, Pertamina Pastikan Tidak Ada Ketergantungan BBM yang Disuplai dari Timur Tengah

| 20 Apr 2024 13:35
Dampak Konflik, Pertamina Pastikan Tidak Ada Ketergantungan BBM yang Disuplai dari Timur Tengah
Manager Media and Stakeholder Management PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari memberi keterangan ketika ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat (19/4/2024). ( ANTARA/Putu Indah Savitri)

ERA.id - Potensi gangguan suplai atau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dari Timur Tengah bisa saja terjadi di Indonesia akibat konflik yang memanas.

Kendati demikian, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan, untuk saat ini relatif tidak ada ketergantungan dengan bahan bakar minyak (BBM) dari Timur Tengah.

SSaat ini relatif tidak ada ketergantungan BBM dari Timur Tengah,” ujar Manager Media and Stakeholder Management PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari ketika ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, seperti dikutip Antara.

Heppy mengatakan, suplai BBM terus dijaga di level 20 hari dan telah diamankan dari produksi kilang dan kargo dari kawasan Asia.

"Pertamina Patra Niaga mengatur stok BBM di level yang optimum untuk mengantisipasi potensi disrupsi suplai,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Heppy menegaskan komitmen Pertamina untuk menjaga pasokan BBM dan LPG nasional. Selain itu, Pertamina juga berkomitmen untuk menyalurkan LPG dan BBM sesuai kebutuhan masyarakat guna mendukung kegiatan ekonomi dan konsumsi dalam negeri.

“Terkait harga BBM dan LPG, Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen mendukung kebijakan dan upaya pemerintah menjaga perekonomian nasional lebih stabil dan kondusif,” kata Heppy.

Terkait risiko kenaikan biaya akibat pelemahan nilai tukar, Pertamina melakukan sejumlah mitigasi seperti "hedging" nilai valuta asing, efisiensi biaya distribusi serta mencari sumber LPG dan BBM yang paling optimum.

"Dinamika harga yang fluktuatif ini telah dimitigasi agar tidak mengganggu operasional perusahaan,” kata Heppy.

Rekomendasi