Lucky Hakim adalah Definisi Politikus Pragmatis Versi PAN

| 19 Jul 2018 12:14
Lucky Hakim adalah Definisi Politikus Pragmatis Versi PAN
Partai Amanat Nasional (era.id)
Jakarta, era.id - Isu mahar Rp5 miliar dalam proses kepindahan politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Lucky Hakim ke Partai Nasdem terus memanas. Terakhir, Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Saleh Partaonan Daulay menyebut Lucky pembohong lantaran enggak mengakui adanya mahar tersebut.

"Lagian, orang ini suka berbohong. Dia tidak mengakui ada WA dia di grup kesekjenan DPP PAN bahwa dia dibayar oleh NasDem sebesar Rp5 miliar untuk pindah," katanya, saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Enggak cuma menyebut Lucky pembohong. Saleh juga menyayangkan sikap Lucky yang menjelek-jelekan PAN, padahal itu adalah partai awalnya. Menurut Saleh, kalau diminta mendefinisikan politikus pragmatis yang tahunya cari untung sendiri, Saleh akan tunjuk Lucky.

"Kami membaca bahwa Lucky itu orangnya sangat pragmatis. Mana yang cepat dapat duit, dia ke situ. Malah mencoba mencari argumen menjelekkan partai yang pernah menampung dan memuluskannya menjadi anggota DPR ketika itu," ucap Saleh.

Menurut Saleh, semestinya Lucky bersyukur telah berada di PAN selama ini. Lantaran, partai berlambang matahari tersebut telah membesarkan namanya dan membuat nilainya sebagai seorang politikus meningkat.

"Jujur saja, adanya nilai transfer yang besar itu, justru karena dia sudah pernah menjadi anggota DPR. Kalau belum pernah duduk, saya yakin angka yang ditawarkan tidak sebesar itu. Jadi, PAN telah membuat dia berharga. Karena itu, semestinya dia berterima kasih, bukan sebaliknya," jelasnya.

Di luar semuanya, Saleh mengaku legowo soal kepindahan Lucky. Menurut dia, PAN juga masih punya kader militan dan setia dari kalangan selebriti yang tetap di PAN seperti Eko Patrio, Primus Yustisio, dan Desy Ratnasari.

Tags : pemilu 2019
Rekomendasi