Kemarau Panjang, Sumber Air PDAM Sukabumi Turun Drastis

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Sukabumi, era.id - Sukabumi, Jawa Barat juga mengalami kemarau panjang. Imbasnya, sumber air yang memasok puluhan ribu pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Kota Sukabumi debitnya menurun drastis.

"Penurunan debit air untuk memasok pelanggan kami mencapai 50 persen lebih," kata Direktur Utama PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi Anton Rachman, Antara, Minggu (26/8) kemarin.

Perusahaan ini menggunakan sumber dari mata air Cinumpang, Kecamatan Kadudampit, Batukarut Kecamatan, Sukaraja dan air permukaan Cigadog, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Anjloknya debit air di tiga sumber mata air itu berdampak pada pendistribusian air kepada para pelanggan, khususnya yang ada di Kota Sukabumi.

Mata air Cinumpang biasanya bisa mencapai 250 liter/detik. Namun kini menjadi 170 sampai 180 liter/detik. Kemudian Batukarut kapasitas normalnya mencapai 150 liter/detik, saat ini nasibnya lebih parah, cuma 58 sampai 68 liter/detik. Sedangkan Cigadog cuma bisa 25 liter/detik.

Jika kemarau ini terus berkelanjutan, maka pola penggiliran pendistribusian air kepada para pelanggan PDAM akan lebih diperketat. 

"Dengan kondisi yang tidak normal ini maka untuk pendistribusian air bersih kami lakukan dengan cara menggilir agar seluruh pelanggan bisa mendapatkan pasokan," tambahnya.

 

Tag: kemarau lekaslah berakhir

Bagikan: