Bintara Polda Sultra Tewas Usai Dianiaya Senior

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Kendari, era.id - Seorang bintara remaja, Bripda Muh Fathurahman Ismail tewas. Dia diduga mengalami penganiayaan dua orang seniornya, Bripda Zulfikar dan Bripda Fislan.

Peristiwa memilukan ini terjadi di barak Dalmas Polda Sulawesi Tenggara, Senin (3/9/2018) pukul 00.30 Wita. Fathurahman Ismail diduga kuat dipukul dengan kepalan tangan di bagian dada dan perut bawah pusar hingga jatuh tersungkur. Fathurahman Ismail memang sempat dibawa ke Rumah Sakit Abunawas menggunakan mobil Ditsamapta Polda Sultra.

Dokter Rumah Sakit Daerah Abunawas yang memberikan pertolongan pertama dengan cara memompa jantung dan menginfus, menyatakan korban meninggal pukul 01.40 Wita. Menjelang subuh, jenazah almarhum dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra.

"Propam Polda Sultra telah melakukan rekonstruksi sebagai rangkaian pengusutan dugaan terjadinya tindak pidana yang merenggut nyawa bintara remaja tersebut," kata Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Goldenhart seperti dilansir Antara.

Bripda Zulfikar dan Bripda Fislan sudah diperiksa, termasuk kadar di urine-nya. Penyidik Propam juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap terjadinya kejadian nahas tersebut.

Hasil Visum dan autopsi dokter Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra menyebut ada luka memar pada dada sebelah kiri, luka memar pada perut bagian bawah (visum luar). Sedangkan hasil autopsi (retak pada tulang rusuk sebelah kiri pada tulang rusuk nomor 7, jejas kemerahan pada pembungkus jantung, jejas kemerahan pada permukaan jantung dan terdapat resapan darah pada otot perut bawah).

Dari visum luar dan autopsi disimpulkan bahwa luka memar dan adanya retak pada tulang rusuk sebelah kiri yang menyebabkan terjadinya gangguan jantung akibat trauma tumpul yang keras dan kuat.
 

Tag: polisi nakal

Bagikan: