Polisi: Tak Ada Korban Lion JT610 yang Menderita Luka Bakar

Tim Editor

Kepala RS Polri Kramat Jati Kombes Musyafak. (Wardhany/era.id)

Jakarta, era.id - Tim identifikasi tidak menemukan jenazah yang mendapatkan luka bakar pada korban Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang. Dari seluruh korban yang ditemukan, tim identifikasi hanya mendapatkan bagian tubuh yang tidak utuh.

“Dari 48 kantong jenazah yang dikirimkan ke kita, tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka bakar yah di body part yang dikirim,” kata Kepala RS Polri Kramat Jati Kombes Musyafak dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (1/11/2018).

Dia menambahkan, proses identifikasi ini akan melewati proses rekonsiliasi dengan bagian tubuh yang lain. Setelah itu, jika ada korban yang berhasil diidentifikasi maka akan disampaikan kepada publik.

Musyafak menerangkan, selama empat hari bekerja, RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, telah menerima 56 kantong jenazah dari proses pencarian yang dilakukan Basarnas. Namun, belum ada jenazah utuh yang ditemukan hingga saat ini.

"Dari postmortem kemarin 48 kantong jenazah, sejak kemarin sore hingga tadi pagi bertambah delapan kantong jenazah. Jadi total 56 kantong jenazah," kata dia.

Hingga saat ini, Tim DVI RS Polri juga telah mengambil sampel dari bagian tubuh korban jatuhnya pesawat nahas tersebut.

"Dapat kami sampaikan dari 48 kantong jenazah kemarin. Terdapat 238 body part yang kita dapat ambil sampel DNA-nya," ungkap Musyafak.

Baca Juga : Satu Korban Jatuhnya Lion Air JT618 Berhasil Diidentifikasi

Supaya kalian tahu, RS Polri sebelumnya telah merilis nama Jannatun sebagai korban pertama yang berhasil diidentifikasi. Hal ini disebabkan karena adanya sidik jari milik Jannatun pada bagian tubuh yang ditemukan tersebut.

"Ada satu kantong tepatnya kantong itu kantong nomor register 00 Lion Tanjung Priok/0010/436 X 2018 yang di dalamnya ternyata ditemukan di antara body part atau bagian-bagian tubuh yang ada di kantong itu, ditemukan tangan kanan dengan 5 jari lengkap masih, kemudian itu menyambung itu dengan bagian tubuh dada bagian atas sampai ke ke perut. Itu menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan," jelas Kapus Inafis Bareskrim Polri Brigjen Hudi Suryanto dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Rabu (31/10).


Identitas Jannatun Cintya Dewi. (Wardhany/era.id)

Atas temuan ini, maka jenazah itu lebih mudah diidentifikasi. Hal ini memang terbukti karena berdasarkan hasil rekam e-KTP sidik jari tersebut benar milik Jannatun Cintya Dewi, warga Sidoarjo, Dusun Prumpon, Sukondo, Jawa Timur, kelahiran 12 September 1994.

Selain itu, dari data antemortem yang dilaporkan keluarga korban, tercatat Jannatun menggunakan cincin emas di jari tengah. Sehingga sesuai dengan kondisi bagian tubuh jenazah maka pihak RS Polri dapat mengidentifikasinya dan memulangkannya kepada keluaga.

Bagikan: