Cak Imin: Ma'ruf Amin Benteng Serangan Anti-Islam

| 17 Dec 2018 21:47
Cak Imin: Ma'ruf Amin Benteng Serangan Anti-Islam
Cak Imin (Wardhany/era.id)
Jakarta, era.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menanggapi hasil survei yang menyebut tren elektabilitas Ma'ruf Amin dinilai masiih belum mampu mendongkrak elektabilitas Joko Widodo. Hanya saja, ia meyakini bahwa Ma'ruf merupakan pasangan ideal dalam menghadapi isu serangan anti-Islam yang kerap diarahkan kepada Jokowi.

"Konsentrasi jadi pemadam kebakaran, Ma'ruf Amin mungkin masih menata, dalam konteks benteng dari serangan lawan. Wajar posisi Maruf hari ini menjadi benteng serangan dianggap anti Islam," kata Cak Imin kepada wartawan di Balai Sarbini Komplek Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018).

Wakil Ketua MPR RI ini juga menilai, dengan bergeraknya Ma'ruf sebagai benteng untuk menghalau isu anti-Islam pada Jokowi sudah mulai terasa berkurang dan padam. 

Muhaimin optimistis mulai Desember ini Ma'ruf sudah mulai mendongkrak elektabilitas Jokowi. Muhaimin mengaku mahfum atas stagnansi yang dituduhkan kepada Ma'ruf. "Wajar, proses," tutur dia.

Supaya kalian tahu, Pada masa kampanye yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir, elektabilitas pasangan calon presiden baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mengalami kenaikan dan keturunan yang signifikan.

Berdasarkan data yang dimiliki Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sejak Agustus sampai November 2018 hanya naik 1 persen.

"Pada Agustus, Jokowi-Ma'ruf memiliki elektabilitas sebesar 52,2 persen, September naik 53,2 persen, Oktober naik 57,7 persen, dan November turun 53,2 persen," ucap Peneliti LSI Rully Akbar di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandiaga selama empat bulan terakhir juga cuma mengalami kenaikan sebesar 1,7 persen.

Rekomendasi