Pemprov Akan 'Sulap' Taman Monas

| 03 Jan 2018 14:50
Pemprov Akan 'Sulap' Taman Monas
Pemprov DKI berencana akan ubah taman Monas seperti Central Park (Leo Dwi Jatmiko/era.id)
Jakarta, era.id - Setelah sebelumnya berwacana akan mengubah trotoar sebagai tempat atraksi atlet-atlet berprestasi. Kini Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana akan menyulap taman di Monumen Nasional (Monas) seperti Central Park di New York.

Pria kelahiran Pekanbaru, Riau, 48 silam itu memang dikenal selalu menerapkan konsep penataan kota seperti di luar negeri. Ditemui di Balai Kota, Sandiaga mengaku tengah mengkaji transformasi taman Monas. Ia mengaku terinspirasi setelah melihat konsep taman di New York dan London.

"Di beberapa kota besar lain kalo di New York ada Central Park kalo di London ada Hyde Park. Kita ingin juga di sini bukan cuma dilihat, tapi juga bisa dinikmati oleh warga," tutur Sandi, Rabu (3/1/2018).

Dikatakan Sandi, selama ini taman Monas berkonsep garden, di mana pengunjung hanya boleh melihat. Untuk itu, dirinya akan mengubah fungsinya dengan tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga berjalan dan menikmati fasilitas di atasnya.

Diakui Sandi, saat ini wacana tersebut terus didiskusikan, terutama kepada pengelola Monas. Belajar dari perayaan seperti tahun baru, di mana banyak rumput yang rusak akibat terinjak pengunjung. Dengan alih fungsi taman Monas, Sandi memastikan tidak akan merusak estetika di dalamnya.

"Ini merupakan kebijakan dari Pak Anies, yang sekarang kita sedang lagi coba bicara dengan Pak Mundjirin (pengelola Monas)," lanjut dia.

Namun, lanjut Sandi, konsep ini tidak akan bisa berjalan jika masyarakat tidak peduli dengan kebersihan lingkungan--membuang sampah sembarangan. Padahal, kata Sandi, sudah disediakan tempat-tempat sampah dan penerapan kampanye tahan simpan pungut (TSP).

"Dengan begitu, kita menikmati tempat-tempat terbuka hijau itu sebagai park bukan hanya garden bisa terjadi," tambah dia.

Rencananya jika sistem tersebut telah berjalan, taman Monas akan semakin banyak kegiatan seperti yoga, pilates, hingga aerobik. Saat ini Pemprov masih memikirkan bagaimana penggunaan lahan taman, tanpa harus merusak estetika dari taman tersebut.

Rekomendasi