Ada Air di Mars, Apa Penyebabnya?

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Planet Merah atau planet Mars terkadang dianggap sebagai planet mati. Namun seiring gencarnya dilakukan penelitian anggapan tersebut mulai terpatahkan. 

Musababnya penelitian terbaru mengungkapkan kemungkinan adanya gejolak vulkanik yang bergerak di dalam kerak planet yang tersembunyi. 

Sebelumnya, pada Juli 2018, tim ilmuwan menemukan adanya kemungkinan Mars menyimpan air di bawah katup es bagian selatan. Berdasarkan data yang didapat dari satelit Mars Express dari Badan Antariksa Eropa, mereka menyinyalir terdapat danau air asin yang tersembunyi di bawah permukaan. 

Luas dari danau itu diperkirakan sekitar 12,5 mil. Karena fenomena itu terlihat sama dengan yang terlihat di bawah lapisan es di Bumi, sontak ketua peneliti Roberto Orosei menyimpulkan "bahwa ada air di Mars hari ini," katanya seperti dilansir cnet.com.

Tim Orosei mendapatkan kesimpulan tersebut karena adanya kandungan garam yang dapat menurunkan titik leleh es, sehingga memungkinkan danau dapat terbentuk. 

Namun semakin berkembangnya penelitian tentang Mars, teori yang menunjukan terdapat air di Mars itu belum sepenuhnya benar. Menurut penelitian lebih lanjut yang menunjukan terdapat cairan di bawah permukaan es yang beku adalah karena adanya aktivitas vulkanik di bawah permukaan Mars.

Dengan menggunakan model dari ilmu fisika, peneliti berusaha mengungkap tingkat panas yang dibutuhkan untuk membentuk danau bawah tanah. Dalam penelitian yang dimuat Geophysical Research Letters, menunjukan bahwa satu kemungkinan yang masuk akal adalah jika terdapat ruang magma pada kedalaman tidak lebih dari 10 kilometer di bawah permukaan.

Model fisika yang mereka mengesampingkan unsur garam sebagai variabel tunggal yang dapat menciptakan kondisi yang diperlukan sampai cairan dapat terbentuk. Oleh karena itu, makalah ini menyimpulkan bahwa aktivitas magma yang ditemukan baru-baru ini lebih menawarkan penjelasan yang masuk akal.

Tim peneliti menyarankan agar NASA's InSight mendarat di permukaan pusat panas Mars dan dilengkapi dengan alat peneliti panas, yang bisa memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana panasnya bagian kerak Mars. Pasalnya, bagian perut Mars tidak sepanas Bumi. 

Penelitian lebih lanjut tentunya diharapkan dapat mengungkap lebih banyak fakta khususnya benar-benar dapat membuktikan adanya air cair di sana. Karena apabila ada air cair itu berarti menandakan adanya kehidupan di sana.

Tag: antariksa

Bagikan: