Bahasa Indonesia Makin Diminati di Arab Saudi

| 19 Feb 2019 16:17
Bahasa Indonesia Makin Diminati di Arab Saudi
Peserta kelas bahasa Indonesia di KJRI Jeddah (Instagram/@kjrijeddah)
Jakarta, era.id - Memasuki tahun ke-14, program kursus bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kian memikat warga Arab Saudi. Menurut laporan KJRI Jeddah, peserta kelas bahasa Indonesia kini meningkat pesat.

Terbukti, dalam dua pekan masa pendaftaran, sebanyak 262 orang mendaftarkan diri dalam program kursus bahasa Indonesia. Dari jumlah tersebut, 187 berwarga negara Saudi dan selebihnya warga negara asing yang tinggal dan bekerja di Jeddah, Mekkah dan kota-kota sekitarnya.

Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KJRI Jeddah, Ahmad Syofian, yang sekaligus menjadi penanggung jawab program BIPA menyampaikan bahwa dari 262 pendaftar yang mengembalikan formulir berikut berkas persyaratan, hanya 60 calon peserta yang diterima.

Hal itu, menurut Syofian, didasarkan pada pertimbangan kapasitas kelas dan komitmen calon peserta yang akan mengikuti kegiatan BIPA dari awal hingga akhir.

Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, dalam sambutannya mengatakan tingginya minat warga Saudi untuk belajar Bahasa Indonesia menandakan semakin eratnya hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi.

"Ini membuktikan semakin popularnya program BIPA di kalangan masyarakat Arab Saudi. Hal ini sekaligus menunjukkan arti penting Indonesia, baik dari aspek sosial, ekonomi, perdagangan, maupun aspek persahabatan di mata warga Arab Saudi," ucap Konjen Hery saat membuka secara resmi kursus BIPA di KJRI Jeddah pada Senin (18/2).

Konjen Hery menyebutkan bahwa sepanjang 2018 terdapat 1,5 juta WNI yang berkunjung ke Arab Saudi untuk ibadah haji dan umrah. Jumlah tersebut belum termasuk WNI yang datang ke Arab Saudi dalam rangka kunjungan bisnis, belajar dan bekerja. Sementara sekitar 190 ribu warga Saudi setiap tahun berkunjung ke Indonesia.

Selain itu, Konjen RI berharap agar kelas bahasa tersebut juga dijadikan sarana untuk mengenal budaya Indonesia, karena bahasa merupakan langkah awal untuk memahami secara penuh pola pikir, karakter, dan budaya suatu bangsa.

"Tak kenal maka tak sayang. Dengan mengenali bahasa Indonesia, maka muncullah rasa persaudaraan dan persahabatan antara kedua bangsa," ujar Hery.

Program BIPA, sambung Konjen, merupakan bagian dari Visi 2030 Arab Saudi, yang salah satu pilarnya adalah menjadikan Arab Saudi sebagai pusat masyarakat Muslim Internasional. Terkait hal itu, Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim memiliki arti penting untuk mewujudkan visi tersebut. Arti penting Indonesia bagi Arab Saudi dibuktikan dengan kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz ke Indonesia pada awal Maret 2017.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa kelas bahasa Indonesia bagi para warga Arab Saudi telah berhasil mempererat hubungan antara kedua negara.

Rekomendasi