Kubu 01 Klaim Ubah Peta Suara di Sumatera Utara

Tim Editor

Ilustrasi (Mahesa/era.id)

Jakarta, era.id - Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin menyebut kunjungannya ke Sumatera Utara melahirkan kesuksesan menjaring suara di wilayah tersebut. 

Ma'ruf bilang, hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang hadir dalam setiap acara yang digelar. Tak hanya itu, sejumlah tokoh di daerah tersebut juga banyak memberikan dukungan.

Ma'ruf menilai, suksesnya kunjungan itu akan membawa dampak positif bagi paslon 01. Apalagi, di tahun 2014, Sumatera Utara merupakan basis suara bagi Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa.

"Saya kira, pertama saya menganggap perjalanan safari politik saya di Sumatera Utara sukses. Terutama di daerah Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padangsidempuan, Padang Lawas Utara ini sukses," kata Ma'ruf saat berkunjung ke Mandailing Natal, Sumatera Utara, Senin (11/3/2019).

Padahal, di tahun 2014 Prabowo berhasil menang di 13 wilayah Sumatera Utara bagian selatan. Daerah tersebut adalah Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Tanjung Balai, Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.

Dari hasil safari politik tersebut, Mustasyar PBNU ini menilai banyak masyarakat yang bersemangat untuk memberikan dukungan. Tak hanya itu, Ma'ruf juga menyebut dukungan terhadap paslon 01 di wilayah Mandailing Natal begitu kuat. 

"Saya optimis elektabilitas 01, Jokowi-Ma'ruf Amin akan mengubah situasi di daerah Sumatera Utara bagian Selatan."

Kata Rais Aam PBNU ini, di wilayah Sumatera Utara elektabilitas Jokowi dan dirinya diklaim telah bersaing dengan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ma'ruf juga menjabarkan alasan kekalahan Jokowi saat Pilpres 2014 di wilayah tersebut, yang menurut Ma'ruf salah satunya adalah maraknya kabar hoaks dan fitnah yang menyerang Jokowi.

"Isu-isu yang menyudutkan Pak Jokowi itu kita netralisir, bahwa isu itu tidak benar. Karena itu, mereka mulai menyadari. kita katakan itu tidak benar semua."

Nah, makanya dalam kunjungan itu, Ma'ruf turut mengklarifikasi berbagai isu yang sempat menyerang Jokowi. Seiring dengan klarifikasi yang dilakukan Ma'ruf, semakin berubahlah peta dukungan di Sumatera Utara.

"Ketika mereka tahu bahwa itu tidak benar, maka kemudian mereka bergeser. Ketika di sini ada saya, mereka semakin merapat ke 01. Itu yang kita harapkan, bahwa elektabilitasnya akan berubah dan menjadi menguat."


Meminta pendukung tahan diri


Ma'ruf Amin di Mandailing Natal, Sumatera Utara (Istimewa)


Selain menyebut adanya perubahan peta dukungan di Sumatera Utara, Ma'ruf juga menitipkan pesan pada para pendukungnya. Dia meminta pendukungnya dapat menahan diri apalagi sebentar lagi adalah fase kampanye terbuka.

Tak hanya itu, dia mengimbau para pendukungnya untuk mengkampanyekan dirinya dengan cara yang santun, yaitu menjauhi hoaks dan lebih memilih memaparkan program kerja yang sudah berhasil dilakukan calon petahana.

"Bahwa yang akan datang itu, program kita akan memperkuat, memperluas, mengkonsolidasi, menambah, apa yang sudah dikerjakan oleh pak Jokowi-JK sifatnya berkelanjutan, perbaikan, perluasan, sehingga landasan itu tinggal melanjutkan. Itu program-program yang kita kemukakan nanti."

Ma'ruf menyebut, pihaknya lebih memilih bergerak untuk meraih simpati masyarakat. Termasuk menyentuh semua lapisan masyarakat di berbagai wilayah. Tak hanya itu, pergerakan ini juga dinilainya untuk mempelajari dan mengawasi titik mana yang masih dikuasai oleh penantangnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf juga tak menampik, selama berpasangan dengan Jokowi, banyak isu hoaks yang bertebaran. Sehingga, peran serta partai koalisi, tim kampanye, baik nasional maupun daerah dan relawan sangat dibutuhkan untuk merebut kemenangan.

Selain itu, dia juga membenarkan adanya usaha penolakan atas kehadiran dirinya maupun tim kampanye di daerah dengan basis pendukung paslon 02. Tapi, baginya hal itu tak jadi masalah dan Ma'ruf menerimanya dengan lapang dada. Ia berharap, pesta demokrasi ini dapat berjalan tanpa ada gesekan antar masyarakat.

"Penolakan itu tidak masalah. Asal caranya santun. Tidak dengan cara yang kasar ... Dengan tidak juga merusak gambar-gambar, pasang saja gambar sebanyak mungkin masing-masing. Tapi jangan gambar yang lain dirusakin. Itu tidak sehat. Saya kira begitu."

Tag: jokowi-maruf amin pemilu 2019 pemilu

Bagikan: