Bom di Dekat Piramida Giza, Tak Ada WNI yang Jadi Korban

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Sebuah serangan bom yang ditanam di pinggir jalan dekat lokasi Grand Museum Mesir di wilayah Giza, Kairo, menyasar sebuah bus wisata yang membawa 25 turis asing, Minggu (19/5)

Dilansir Antara, Senin (20/5/2019), berdasarkan penelusuran KBRI Kairo, serangan itu menggunakan bahan peledak berskala ringan. Akibatnya, 7 warga negara Afrika Selatan dan 10 warga negara Mesir mengalami luka-luka terkena dampak ledakan dan pecahan kaca jendela bus wisata tersebut.

Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan teror bom terhadap bus wisata itu. 

"Berdasarkan pemantauan KBRI Kairo dan pelacakan melalui sumber keamanan Mesir, alhamdulillah sejauh ini diperoleh informasi tak ada WNI yang menjadi korban serangan tersebut," kata Helmy. 

Dia juga mengimbau agar WNI meningkatkan kewaspadaan dan menghindari daerah rawan serta kerumunan massa. 

WNI yang melakukan kunjungan wisata ke Mesir juga diimbau untuk lapor diri melalui aplikasi Safe Travel yang diluncurkan Kementerian Luar Negeri pada 2017. 

Sementara bagi WNI yang yang akan melakukan kunjungan menuju atau melintasi wilayah Sinai, diminta untuk memastikan bus wisata yang digunakan mendapat pengawalan dari pihak keamanan Mesir.

Safe Travel merupakan aplikasi yang dapat diunduh melalui telepon seluler berbasis Android ataupun iOS guna meningkatkan perlindungan WNI di luar negeri.

Dalam aplikasi tersebut, WNI yang menemui masalah di negara tujuan dapat langsung menekan tombol darurat yang otomatis mengirimkan data lokasi tempat kejadian perkara ke perwakilan RI di wilayah tersebut.

Selain itu, aplikasi Safe Travel juga memuat informasi lengkap mengenai tingkat keamanan 180 negara di dunia, restoran, tempat ibadah, objek wisata, kurs mata uang, pelaporan paspor hilang, lapor diri, dan alamat perwakilan RI di negara tersebut.

Tag: teror bom di as mesir

Bagikan: