Program Mudik Gratis Kurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi

Tim Editor

Budi Karya di Flag Off BUMN Bareng Idul Fitri 1440 H/2019 di GBK 30 Mei (Kemenhub)

Jakarta, era.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan jumlah pemudik yang berangkat ke kampung halaman tahun ini meningkat. Penyebabnya, karena banyak pemudik mengikuti program mudik gratis dari berbagai instansi. 

"Jumlah pengunaan bus mudik gratis itu banyak sekali. Jakarta ada 400 ribu, di Jawa Timur ada 275 ribu, di Jawa Tengah 130 ribu, jadi hampir satu juta," kata Budi Karya di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2019).

Manfaat mudik gratis ini, kata Menhub, sangat berguna bagi masyarakat yang ingin pulang kampung. Enggak cuma itu, mudik gratis ini juga ternyata bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Tak hanya itu banyak yang ikut mudik gratis, Budi Karya bilang, angka transportasi darat yang mengantar masyarakat ke kampung halaman lebih tinggi. 

Untuk transportasi darat, Budi menyebut kenaikan jumlah pengguna transportasi baik kereta maupun bus mencapai angka 10 hingga 15 persen. Sementara untuk transportasi laut di kisaran angka 7 persen.

Namun, untuk transportasi udara memang menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penyebabnya, ya apalagi, kalau bukan karena tiket mahal dan beberapa hal lainnya.

"Kombinasi lah, yang satu harga (tinggi), kedua jalan tol bagus, lautnya juga alternatifnya banyak," ungkap dia.

Budi Karya juga memastikan, perjalanan mudik kali ini lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kota ke kota baik di Pulau Jawa maupun Sumatera, sukses mengurai kemacetan. 

"Tahun 2019 merupakan suatu pembuktian bahwa pembangunan infrastruktur sangat berguna bagi masyarakat dari kota ke kota. Terbukti perjalanan mudik tahun ini dari Jakarta ke Semarang 6 jam, Jakarta ke Solo 8 jam, Jakarta ke Surabaya kurang dari 10 jam," beber Budi Karya sebelumnya di Press Conference di Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2019.

Menhub memberi tips kepada pemudik yang ingin balik ke Jakarta. Sebaiknya pilih saja tanggal 6 atau 7 Juni.

"Puncak arus balik diprediksi pada tanggal 8 dan 9 Juni, saya menganjurkan para pemudik untuk kembali ke Jakarta tanggal 6 atau 7 Juni," pinta Budi.
 

Tag: mudik

Bagikan: