Embargo Beras Vietnam dan Thailand

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat mengunjungi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Rabu (27/12/2017). (jafriyal/era.id)

Jakarta, era.id - Pemerintah pusat berencana mengimpor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand. Sekitar 100 ribu hingga 120 ribu ton beras di antaranya dikabarkan bakal masuk Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana mengembargo beras impor tersebut masuk ke wilayahnya. Sandi tidak ingin membanjirnya pasokan beras impor itu mengundang distorsi harga eceran beras. Ia memastikan telah menginstruksikan PD Pasar Jaya untuk menyiapkan pasokan beras lokal untuk menghalau kedatangan beras Vietnam dan Thailand tersebut.

"Jakarta akan fokus untuk beli beras lokal," tegas Sandi di Balai Kota Jakarta, Rabu (17/1/2018). 

Sebagai solusi lanjutan, Sandi juga berencana akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Bulog terkait kelangkaan beras ini. Ia meminta penambahan 5 ribu ton beras untuk food station agar mencukupi kebutuhan beras di sejumlah pasar di Jakarta. Sedangkan 5 ribu ton beras lainnya untuk komersil.

"Sehingga stok yang ada di food station itu sebanyak 30 ribu ton balik menjadi 40 ribu ton. Ini untuk mengirimkan pesan ke pasar bahwa kita memiliki stok yang cukup" sambungnya. 



Untuk mengendalikan harga beras tersebut, Sandi menginstruksikan kepada Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengawasi rantai distribusi beras yang disinyalir tengah tersumbat. Mantan ketua pengusaha muda itu berharap ada sinergi antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, nantinya akan ada keterlibatan BUMD yang mengatur penjualan beras tersebut.

Kelangkaan beras sendiri terjadi sejak pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada, Kamis (24/8/2017). Pulau Jawa, Lampung dan Sumatera Selatan, HET beras medium sebesar Rp9.950 per kilogram, dan beras premium Rp13.300 per kilogram.

Beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Sandi menegaskan kepada masyarakat Jakarta agar tidak perlu khawatir. Selama dua bulan ke depan, pasokan beras terus dipantau. Stok beras di PIBC dan pendistribusiannya dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Sandi meminta pedagang di pasar itu tidak perlu resah, kendati belakangan ini kondisi cuaca sedang tidak bersahabat.

"Satu, supply aman, stok aman, distribusi lancar, walaupun ada cuaca ekstrem. Kita pastikan harga barang pokok akan stabil menuju panen raya," ujar Sandi.

Ketua Koperasi PIBC, Zulkifly Rasyid mengadu. Sejak dua bulan lalu, pasar mengalami kelangkaan beras medium. Saat ini, pasokan beras yang masuk ke pasar masih di bawah jumlah ideal 3.000 ton--2.000 ton beras medium, dan 1.000 ton beras premium--. Untuk memenuhi stok, pedagang mengandalkan beras operasi pasar dari Perum Bulog. Meski begitu suplai beras belum juga terpenuhi.

"Ya terbantu lah dengan operasi pasar. Tapi barang operasi pasar tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kualitasnya (beras operasi pasar) bagus, tapi stok kurang," kata Zulkifly.

Tag: kepemimpinan anies-sandi pelayanan publik

Bagikan: