Putra Mahkota Norwegia Nangis di Sidang Kasus Pemerkosaan, Klaim Rekaman Seks Tidak Pernah Disebar

| 05 Feb 2026 18:10
Putra Mahkota Norwegia Nangis di Sidang Kasus Pemerkosaan, Klaim Rekaman Seks Tidak Pernah Disebar
Putra Pangeran Mahkota Norwegia, Marius Borg Hoiby (Dok. Times)

ERA.id - Putra Pangeran Mahkota Norwegia, Marius Borg Hoiby, menangis selama di persidangan yang menjerat dirinya dalam kasus dugaan pemerkosaan. Hoiby membantah video yang ada di ponselnya bukan aksi pemerkosaan. 

Selama persidangan di hari pertama pada Selasa (3/2/2026), Hoiby terlihat mengenakan celana jins dan sweater biru tua serta kemeja krem. Ia membacakan catatan yang ditulis tangannya selama persidangan berlangsung.

"Saya telah dikelilingi oleh pers sejak saya berusia tiga tahun. Saya telah dilecehkan sejak saat itu. Saya dikenal sebagai putra Ibu, yang berarti saya memiliki kebutuhan ekstrem akan pengakuan. Banyak seks, banyak alkohol. Hanya sedikit yang dapat memahami kehidupan yang telah saya jalani. Banyak pesta, alcohol, beberapa narkoba," katanya selama persidangan, dikutip Reuters

Dalam kasus ini, Jaksa penuntut mendakwa Hoiby atas satu kasus pemerkosaan dengan hubungan seksual dan tiga dakwaan pemerkosaan tanpa hubungan seksual. Beberapa dakwaan itu direkam dengan ponselnya. 

Namun ia menekankan video yang direkam lewat ponselnya tidak pernah dibagikan kepada siapapun. Ia juga membantah video itu menggambarkan hubungan seks tanpa persetujuan. 

"Jika saya mengira memiliki materi yang menunjukkan penyerangan, saya tidak akan pernah menyimpan materi itu," katanya.

Kesaksian pada hari Rabu berfokus pada pesta setelah acara di ruang bawah tanah kediaman keluarga Putra Mahkota di pinggiran Oslo pada tahun 2018, di mana jaksa penuntut mengatakan Hoiby merekam dirinya sendiri melakukan tindakan seksual pada seorang wanita yang tidak sadarkan diri. 

Hoiby mengatakan ia berhubungan seks dengan wanita itu tetapi tidak melakukan tindakan seksual kedua dengannya saat wanita itu tidak sadarkan diri, atau merekamnya.

"Seingat saya, kami berhubungan seks secara normal. Setelah itu, saya menyuruhnya pergi. Jadi saya memesankan taksi untuknya. Saya tidak berhubungan seks dengan orang yang tidak sadar," tegasnya.

Sebelumnya pada hari Rabu, korban yang diduga, yang identitasnya dirahasiakan untuk melindungi privasinya, bersaksi bahwa ia mengetahui tentang dugaan pemerkosaan tersebut ketika polisi menghubunginya tentang video yang dimiliki. Korban mengaku ia tidak menyetujui tindakan seksual yang direkam. 

Pihak penuntut juga mengatakan bahwa wanita tersebut tidak dalam posisi untuk memberikan persetujuan. Agenda sidang selanjutnya akan digelar pada 19 Maret 2026.

Kasus yang melibatkan Hoiby ini menambah daftar Panjang keluarga Kerajaan Norwegia setelah Mette-Marit muncul dalam draf kasus Jeffrey Epstein. Imbas dari kasus itu, Mette-Marit memutuskan untuk membatalkan sejumlah rencana ke luar negeri yang sudah dijadwalkan. 

Rekomendasi