Habis Hujan, Terbitlah Sampah

Tim Editor

Sampah di Pintu Air Manggarai (Rizky Adytia Pramana/era.id)

Jakarta, era.id - Warga DKI Jakarta dan sekitarnya menyambut suka cita hujan deras yang turun semalam. Hujan yang berlangsung kurang lebih 1 jam itu menjadi oase di tengah kemarau panjang yang melanda Ibu kota. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 10 wilayah di DKI Jakarta yang mengalami kemarau ekstrem atau lebih dari 100 hari tanpa hujan (HTH).

Namun, turunnya hujan tidak melulu membawa kebaikan. Penumpukan sampah karena terbawa derasnya arus juga terjadi di beberapa titik, salah satunya di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan. Sampah berbagai jenis mulai dari ranting pohon, bambu, kayu, plastik, hingga sampah rumah tangga lainnya itu disebut terbawa arus dari Kali Ciliwung.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, imbas dari hujan kemarin, sedikitnya 98,5 ton sampah nemumpuk di dua lokasi, yakni Pintu Air Manggarai dan Pintu Air Banjir Kanal Barat, Season City, Jakarta Barat. Dengan rincian, 80,5 ton sampah di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, dan 18 ton sampah di Pintu Air Banjut Kanal Barat.

Baca Juga: VIDEO Tumpukan Sampah di Pintu Air Manggarai

"Kenaikan debit air ini turut membawa sampah kiriman ke Jakarta. Lebih dari 322 meter kubik sampah sudah berhasil diangkat," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih dalam siaran pers, Rabu (9/10/2019).

Saat ini sampah tengah diangkat oleh belasan pasukan oranye dengan bantuan eskavator. Diperkirakan 80 ton sampah itu bisa diangkut oleh 47 dump truck dan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Kepala UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Yayat Supriyatna menargetkan seluruh sampah di pintu air peninggalan Belanda itu rampung sore nanti. "Karena materialnya banyak, kita targetkan sore rampung," ucapnya.


Infografik (era.id)

Tag: banjir

Bagikan: