Sepucuk Surat Romantis Trump untuk Erdogan

Tim Editor

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Twitter/thehill)

Dear Mr. President Recep Tayyip Erdogan... History will look upon you favorably if you get this done the right and humane way. It will look upon you forever as the devil if good things don't happen. Don't be a tough guy. Don't be a fool!

Jakarta, era.id - Operation Peace Spring yang dilancarkan oleh Turki dalam sepekan terakhir ini menuai kecaman. Para pemimpin dunia bersama-sama meminta Ankara segera menghentikan invasi itu, tak terkecuali Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengirimkan surat khusus untuk Presiden Erdogan.

Langka penarikan mundur Amerika Serikat (AS) telah membuka jalan bagi invasi Turki melancarkan serangkaian operasi militer ke Suriah utara. Tujuan Turki sebetulnya mulia: Ingin menciptakan safe zone yang membentang 32 Km di sepanjang perbatasan wilayah timur laut Suriah sehingga jutaan pengungsi dapat kembali. Namun, serangan ini dianggap memicu krisis kemanusiaan di Suriah yang telah dilanda konflik berkepanjangan.

Trump dalam sepucuk surat memperingatkan mitranya Recep Tayyip Erdogan jangan bodoh. Ia mengaku ingin membuat kesepakatan yang bagus dengan Erdogan dan tak ingin Turki dicap jahat. "Mari kita buat kesepatakan yang bagus. Anda tentu tak ingin bertanggung jawab karena sudah membantai ribuan orang. Saya tak ingin bertanggung jawab menghancurkan ekonomi Turki, tapi yang pasti saya akan melakukannya," tulis Trump dalam surat tertanggal 9 Oktober yang dirilis Gedung Putih kemarin.

Dalam surat itu, Trump menuliskan bahwa dirinya bekerja keras untuk mencari solusi bagi sejumlah isu yang diterima oleh Erdogan, termasuk Operation Peace Spring yang menghancurkan kelompok Kurdi Suriah.  "Jangan mengecewakan dunia. Anda bisa membuat keputusan yang bagus. Sejarah akan memandang Anda baik jika melakukan ini dengan cara yang benar dan manusiawi. Tapi Anda akan terlihat sebagai sosok jahat jika tak ada hal baik terjadi. Jangan jadi pribadi yang keras. Jangan jadi bodoh," demikian potongan surat Trump.

Baca Juga: Melihat Rekam Invasi Turki di Tanah Suriah


Surat Trump untuk Erdogan.

Dalam surat itu Trump memberikan pandangan bahwa dirinya tak memberi Turki lampu hijau untuk menghancurkan Suriah. Surat itu, ditulis di hari yang sama ketika Turki memulai serangan lintas-perbatasan terhadap pasukan pimpinan Kurdi di Suriah Timur Laut. Pasukan khusus dan kendaraan lapis baja pun dikerahkan dengan target 181 wilayah Kurdi.

Surat ini juga ditulis menyusul pemungutan suara DPR yang mengutuk langkah penasikan pasukan Trump dari Suriah. "Hari ini di DPR, kami memilih 354-60 untuk mengutuk tindakan Trump sehubungan dengan Suriah," kata anggota Kongres Demokrat Mike Levin di Twitter, Kamis (17/10/2019). Trump dilaporkan membagian salinan surat itu pada pertemuan tersebut. Levin mengatakan "Surat ini sangat memalukan bagi kantor".

Surat presiden ini dianggap meragukan karena menggunakan bahasa dan tanda baca yang mengingatkan kita terhadap kicauan Trump dalam akun Twitternya. Presiden diketahui sering menulis peryataannya kontroversialnya yang meledak-ledak lewat aplikasi itu. Beberapa orang bahkan mempertanyakan legitimasi, dan sebagian lainnya merasa malu dan menyebut surat itu lelucon.

Baca Juga: Menengok Ancaman Krisis Kemanusiaan di Suriah
 

"Saya benar-benar berpikir itu adalah lelucon, lelucon, bahwa itu tidak mungkin berasal dari White House," kata anggota Kongres Demokrat Mike Quingley kepada CNN. "Kedengarannya seluruh dunia seperti Presiden Amerika Serikat, semacam penyimpangan sesaat, dengan mendikte apapun yang berada di kepalanya. Baginya untuk menulis dan juga mengatakan hal itu tidak mempengaruhi kita di tingkat tertinggi," tambahnya. 

Menurut Ned Price, seorang mantan perwira CIA dan juru bicara Dewan Keamanan Nasional mengatakan bahwa kata-kata ini mempermalukan semua orang Amerika. 

Surat ini juga mengingatkan kita kepada pertemuan Kongres AS yang berakhir panas, di mana Trump memanggil Ketua DPR Nancy Pelosi sebagai seorang politisi kelas tiga. Menanggapi hal itu Pelosi dengan santai mengatakan "Saya berdoa untuk presiden sepanjang waktu. Saya pikir sekarang kita harus berdoa untuk kesehatannya. Ini adalah krisis yang sangat serius di pihak Presiden".

Tag: donald trump krisis keuangan turki konflik suriah

Bagikan: