Zulkifli dan PAN yang Terancam Tamat

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ketua MPR, Zulkifli Hasan (Grafis: Mia Kurniawati/era.id)

Jakarta, era.id - Partai Amanat Nasional (PAN) terancam tamat karena elektabilitasnya terus melorot hanya 1,3 persen. Merujuk pada hasil survei Center for Strategic and International Studies (CSIS), elektabilitas PAN bahkan tak lebih tinggi dari Perindo, partai debutan yang elektabilitas berdasarkan survei mencapai 4,5 persen.

"Kalau PAN di bawah 4 persen (elektabilitasnya) maka kiamat bagi PAN," ucap Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, kepada era.id, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Hasil survei lain yang dirilis Poltracking juga menggambarkan keruntuhan PAN. Dengan elektabilitas 2,1 persen, PAN bertengger di peringkat sembilan (dari 14 partai peserta Pemiliu 2019) di bawah PKS. Tak hanya itu, menurut survei Indo Barometer pada Desember tahun lalu, dari 14 partai peserta Pemilu 2019, PAN berada di posisi sembilan dengan perolehan 2,0 persen di bawah PPP.

Dengan potret hasil survei tersebut, PAN sulit lolos presidential threshold dan parliamentary threshold.

Menurut Ujang, langkah memperbaiki elektabilitas itu sejatinya telah coba dilakukan. Manuver Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengembuskan isu lima fraksi di DPR setuju LGBT misalnya, menurut Ujang bermuatan politik untuk mendongkrak elektabilitas dia dan partainya.

"Setiap langkah ketua umum partai, termasuk Zulhas (sapaan Zulkifli) adalah untuk menaikkan elektabilitas partainya. Sebagai ketua umum partai juga, Zulhas tentu memiliki keinginan untuk menjadi capres atau cawapres pada 2019. Itu sesuatu yang wajar," kata Ujang.


(Infografis: Muhammad Wicky Isya Firdaus)

Menebus kesalahan Zulkifli

Zulkifli rasanya sadar, manuvernya melempar bola panas LGBT ke DPR justru jadi bumerang baginya dan PAN. Karena anggota DPR sama-sama memprotes pernyataan Zulkifli setelahnya.

Melalui Sekretaris Fraksi PAN di DPR, Yandri Susanto, PAN mengklarifikasi pernyataan Zulkifli soal LGBT. Menurutnya, Zulkifli hanya mengutip pemberitaan sebuah media.

"Yang jelas, Zulhas melalui Yandri Susanto Sekretaris Fraksi PAN telah membantah pernyataan tentang LGBT. Pejabat negara harus hati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, apalagi jika pernyataan tersebut salah," tutur Ujang menanggapi klarifikasi PAN.

Menurut Ujang, PAN akan mencari cara untuk mendapat hasil maksimal pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Salah satu caranya, kata Ujang, dengan kembali mengusung artis dalam pemilu legislatif.

"Kalau PAN di bawah 4 persen (elektabilitasnya) maka kiamat bagi PAN. Kemungkinan PAN akan mati-matian untuk menjadi partai yang eksis di 2019 nanti. Termasuk mengajak Raja Dangdut Rhoma Irama tuk bergabung dengan PAN," ungkap Ujang.

Tag: pilkada 2018 flyover pancoran zulkifli hasan lgbt pemilu 2019

Bagikan: