Atasi Kemacetan, Sistem 2-1 Diujicobakan di Jalur Puncak

Tim Editor

    Macet (Pixabay)

    Jakarta, era.id - Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, mulai memberlakukan uji coba sistem 2-1. Penerapan sistem 2-1 ini dilakukan untuk mengurai kemcapetan yang kerap terjadi di jalur menuju Puncak. 

    "Dengan sistem 2-1, maka kendaraan yang melintas di Puncak setiap saat dapat berjalan dalam dua arah, meskipun jalurnya di tata dan direkayasa," ucap Bupati Bogor Ade Yasin seperti dikutip Antara, Minggu (27/10/2019).

    Menurut Ade Yasin, uji coba akan dilakukan selama dua kali, yakni pada akhir bulan dan awal bulan, untuk melihat karakter dan jumlah kendaraan yang berkunjung ke kawasan Puncak, yang dikenal sebagai pusat wisata keluarga. Jika uji coba sistem 2-1 ini berhasil, maka tidak ada lagi sistem buka-tutup atau arus satu arah di jalur Puncak.

    Ade mengatakan, ada 4 penyempitan jalan (bottleneck) yang kerap mengakibatkan kemacetan di Jalan Raya Puncak. "Di Selarong, Pasar Cisarua, Taman Safari Indonesia, sama satu lagi di Megamendung."

    <blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en"><p lang="in" dir="ltr">Pada Tanggal 27 November dan 3 November 2019 di Jalur Puncak akan dilaksanakan Uji Coba Sistem 2-1. Uji Coba Sistem 2-1 Rencananya akan dilaksanakan di sepanjang jalur mulai Simpang Gadog hingga Simpang Taman Safari. <a href="https://twitter.com/hashtag/savepuncak?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#savepuncak</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/polresbogor?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#polresbogor</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/tmcpolresbogor?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#tmcpolresbogor</a> <a href="https://t.co/7GiRzrD563">pic.twitter.com/7GiRzrD563</a></p>&mdash; TMC Polres Bogor (@TMCPolresBogor) <a href="https://twitter.com/TMCPolresBogor/status/1187211498164109315?ref_src=twsrc%5Etfw">October 24, 2019</a></blockquote>
    <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

    Dia menambahkan, lalu lintas di Jalan Raya Puncak juga akan macet karena tidak ada tempat pemberhentian angkutan umum (angkot). Ketika angkot berhenti untuk mencari penumpang, kata Ade, lajur akan menjadi tersendat.

    "Karena ini otomatis ketika dua jalur, angkot stop di pinggir, itu stuck. Jadi harus ada cerukan untuk pemberhentian angkot. Itu yang sedang kami pikirkan dan itu nanti sedang kami cari untuk cerukan tersebut," beber Ade.

    Uji coba sistem 2-1 ini dilakukan pada Minggu mulai pukul 03.00-12.30 WIB, yakni dua lajur dari Gadog Ciawi menuju ke Cisarua dan satu lajur dari Cisarua menuju Gadog Ciawi. Pada pukul 12.30-14.00 WIB, yakni satu lajur dari Gadog Ciawi dan satu lajur dari Cisarua.

    Sedangkan lajur tengah ditutup sementara. Pada pukul 14.00-20.00 WIB, yakni satu lajur dari Gadog Ciawi ke Cisarua serta dua lajur dari Cisarua menuju Gadog Ciawi. Kemudian, pada pukul 20.00-03.00 WIB, diberlakukan arus lalu lintas normal, dua lajur.

    Tag: kemacetan puncak

    Bagikan :