Ngerinya Luncuran Awan Panas White Island Saat Turis Melancong

| 10 Dec 2019 12:53
Ngerinya Luncuran Awan Panas <i>White Island</i> Saat Turis Melancong
White Island (ABC)
Jakarta, era.id - Polisi Selandia Baru akan menyelidiki dugaan tindak kriminal setelah gunung berapi di White Island meletus dan menewaskan setidaknya 5 turis dan melukai 30 orang lainnya. Selain itu, 8 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tewas tejebak di gunung yang mirip Gunung Anak Krakatau itu.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan, pesawat tim SAR sudah berputar-putar di sekitar pulau tersebut, namun tak ada tanda-tanda kehidupan.

"Skala tragedi ini sangat menghancurkan. Bagi mereka yang kehilangan keluarga dan teman, kami berbagi dalam kesedihan dan kami hancur," katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/12/2019).

Perdana Menteri Jacinda Ardern (Reuters)

Polisi mengatakan ada 47 orang berada di pulau itu pada saat letusan yakni 24 dari Australia, 9 dari Amerika Serikat, 5 dari Selandia Baru, 4 dari Jerman, 2 dari Cina dan Inggris dan 1 dari Malaysia.

"Kami sangat yakin bahwa tidak ada seorang pun yang selamat di pulau itu," kata Wakil Komisaris polisi John Tims tentang delapan orang yang masih hilang.

Sebelumnya, GeoNet (BMKG-nya Selandia Baru) sudah memperingatkan bahaya letusan sejak November lalu. Namun tetap banyak turis berkunjung menikmati wisata gunung vulkanik tersebut. Tercatat, 1.000 orang menjelajahi pulau tersebut tiap tahun lewat paket wisata yang ditawarkan oleh para penyedia jasa tur.

Gunung berapi terbesar di Selandia baru itu bernama ‘Whakaari’, berasal dari bahasa Maori yang berusia diperkirakan 150,000 tahun. Sekitar 70 persen gunung itu berada di bawah laut. Erupsi paling mematikan yang pernah terjadi adalah saat letusan tahun 1914 yang menewaskan 12 orang penambang kapur.

Baca Juga: Gunung Meletus di Selandia Baru, 5 Turis Tewas

Mayoritas Korban Luka Bakar

Salah seorang saksi mata, Geoff Hopkins, yang kelompok turnya baru saja meninggalkan pulau pada saat letusan, menceritakan kengerian dari luncuran awan panas yang membakar para turis. Ia membantu menarik korban yang terluka kritis ke kapal. "Banyak dari mereka yang selamat menceburkan diri ke laut untuk menghindari letusan," katanya.

Dari 30 korban luka, 27 orang mengalami luka bakar mencapai 71 persen karena awan panas. "Beberapa dari korban mungkin tewas karena kondisi kritis," kata kepala petugas medis, Peter Watson. 

Dari rekaman kamera pengawas GeoNet di gunung tersebut menunjukkan detik-detik gunung meletus dan orang-orang berlarian menjauhi kawah.  Gambar lain menunjukkan ledakan yang melontarkan abu vulkanik membumbung sekitar 3,658 meter ke udara.

 

Rekomendasi