Nenek di AS Mengandung Cucu Sendiri, Kok Bisa?

Tim Editor

Nenek mengandung cucunya sendiri (Foto: Instagram/@ivf.surrogacy.diary)

Jakarta, era.id - Memiliki anak merupakan kebahagiaan bagi pasangan yang sudah menikah. Namun, bagaimana jika ternyata pasangan kita divonis tak bisa hamil? Tentu sangat menyedihkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa hamil adalah dengan menyewa rahim orang lain.

Biasanya, pasangan suami-istri akan mencari wanita yang tepat untuk menitipkan benih buah hatinya. Namun, seseorang wanita di Amerika Serikat (AS) punya cara tak biasa. Ia memilih ibu kandungnya sendiri untuk mengandung sang jabang bayi, buah cintanya dengan suami. Wanita itu bernama Breanna Lockwood. 

Surogasi atau sewa rahim terpaksa dilakukan Breanna lantaran dirinya tak bisa hamil. Beragam cara pun pernah ditempuh untuk mewujudkan keinginannya itu. Breanna juga pernah mengalami keguguran, menggunakan bayi tabung, hingga operasi sebelum didiagnosa tidak bisa hamil.

Dikutip dari People pada Jumat (26/6/2020), sang ibu, Julie loving, menawarkan diri untuk menjadi ibu pengganti kepada Breanna. Walhasil, wanita berusia 51 tahun itu kini mengandung dan diprediksi melahirkan cucunya sendiri pada 12 November mendatang.
 


"Aku merasa ibuku adalah orang paling dekat denganku daripada tubuhku sendiri. Ibuku ingin menjadi nenek dan aku ingin menjadi seorang ibu. Jadi dia melakukan segala apa pun yang ia bisa," ungkap Breanna kepada GMA.

Perjalanan untuk mendapatkan anak dimulai sejak tahun 2016. Saat itu, kakek Breanna menderita penyakit yang mematikan. Dia menginginkan cicit sebelum akhirnya meninggal dunia. 

Breanna dan suaminya, Aaron berusaha untuk segera memiliki seorang anak. Namun, hal itu tidak berjalan sesuai rencana. Setelah setahun mencoba untuk hamil secara natural, akhirnya mereka berkonsultasi dengan dokter spesialis kesuburan Brian Kaplan dari Fertility Centers of Illinois.

Dua tahun berikutnya, Breanna menjalani beragam cara seperti, pembedahan, bayi tabung, dan operasi. Bahkan, Breanna sempat hamil. Namun, mengalami keguguran.

Sebelum keguguran, anak yang dikandungnya kala itu diduga kembar. Sebelum akhirnya dia didiagnosis tidak bisa memiliki anak. 


Nenek mengandung cucunya sendiri (Foto: Instagram/@ivf.surrogacy.diary)

"Berjuang dengan ketidaksuburan adalah hal tersulit yang pernah saya alami. Ketika kamu memiliki rencana untuk hidupmu dan kemudian ada sesuatu yang menghalangi, seperti ketidaksuburan. Aku tidak bisa melihat apa yang aku bayangkan lagi, bahwa itu bisa diambil dariku," jelas Breanna.

Hingga akhirnya, dokter punya ide lain. Dia menyarankan Breanna mempertimbangkan surogasi. Tak hanya dari sang dokter, ibunya sendiri menyarankan untuk melakukan surogasi kepada putrinya usai mengalami keguguran.

"Aku mulai berbicara dengannya tentang hal itu. Dia awalnya tidak setuju dan berpikir saya gila. Tetapi, aku terus membujuknya. Aku sudah lari maraton 19 kali dan melakukan banyak triathlon. Secara kesehatan aku merasa masih bisa melakukannya," ujar Julie.



Untuk diketahui, ibu pengganti atau surogasi merupakan suatu pengaturan atau perjanjian yang mencakup persetujuan seorang wanita untuk menjalani kehamilan bagi orang lain, yang akan menjadi orang tua sang anak setelah kelahirannya.

Terdapat dua jenis utama surogasi, yaitu surogasi gestasional (juga dikenal sebagai surogasi penuh atau inang) yang terjadi pertama kali pada bulan April 1986 dan surogasi tradisional (juga dikenal sebagai surogasi parsial, genetik, atau langsung). 

Tag: virus rubella pada wanita hamil hari perempuan internasional

Bagikan: