17 Kandidat Vaksin COVID-19 dari Seluruh Dunia

| 30 Jun 2020 10:22
17 Kandidat Vaksin COVID-19 dari Seluruh Dunia
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta, era.id - Organisasi Kesehatan Dunia merilis kandidat vaksin virus korona baru yang dikembangkan oleh sejumlah negara. Ada 17 vaksin COVID-19 potensial yang telah memasuki uji klinis dan 132 kandidat vaksin lainnya dalam evaluasi praklinis.

"Produk atau entitas tertentu dalam dokumen ini bukan merupakan sebagai pengesahan oleh WHO atas produk vaksin," tulis WHO dalam dokumen tersebut, seperti dikutip Selasa (30/6/2020).

Dalam daftar tersebut ada satu kandidat teratas vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca telah memasuki tahap uji klinis fase 3.

Fase satu dan dua studi biasanya menguji apakah kandidat vaksin aman digunakan dan apakah partisipan menghasilkan respon imun yang diharapkan. Vaksin dinilai bisa digunakan jika telah selesai melalui uji klinis fase 3.

Berikut daftar kandidat vaksin korona yang sudah memasuki uji klinis:

Vaksin ChAdOx1-S dari Universitas Oxford dan AstraZeneca

Vaksin Ad5-nCoV dari CanSino Biological Inc dan Beijing Institute of Biotechnology

Vaksin LNP-encapsulated mRNA dari Moderna dan NIAID

Vaksin inactivated SARS-CoV-2 dari Wuhan Institute of Biological Products

Vaksin inactivated SARS-CoV-2 dari Beijing Institute of Biological Products

Vaksin inactivated SARS-CoV-2 dari Sinovac

Vaksin rekombinan SARS-COV-2 dan partikel nano dari Novavax

Vaksin 3 LNP-mRNAs dari BioNTech, Fosun Pharm dan Pfizer

Vaksin inactivated SARS-CoV-2 dari Institut Biologi Medis, Akademi China

Vaksin DNA SARS-CoV-2 dari Inovio Pharmaceuticals

Vaksin DNA GX-19 dari Genexine Consortium

Vaksin Adeno-based dari Gamaleya Research Institute

Vaksin Protein Subunit dari oleh Clover Biopharmaceuticals Inc., Glaxosmithkline dan Dynavax

Vaksin RBD-Dimer dari Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, dan Insititut Mikrobiologi China

Vaksin LNP-nCoVsaRNA dari Imperial College London

Vaksin mRNA darin Curevac

Vaksin mRNA dari Akademi Militer Ilmu Pengetahuan China dan Walvax Biotech

Tags : obat korona
Rekomendasi