Olah TKP Tanjakan Emen Gunakan Alat Canggih

Tim Editor

    (Foto: Twitter @dishub_jabar )

    Bandung, era.id – Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata yang menyebabkan 27 orang meninggal dunia di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat. Kasubdit Laka Dit Gakkum Korlantas Polri, Kombes Pol Joko Rudi,  mengatakan, olah TKP ini akan menggunakan sistem pemindaian kamera laser tiga dimensi (3D).

    "Olah TKP kita gunakan sistem kamera laser 3D. Nanti dipetakan jadi aplikasi gambar semua proses terjadinya laka," katanya, di lokasi seperti dikutip dari Antara, Minggu (11/2/2018).

    Joko menjelaskan, alat tersebut akan memberi gambaran analisis pra kecelakaan, saat kecelakaan, dan pasca kecelakaan atau dampak setelah terjadinya kecelakaan sepanjang 200 meter. Setelah melalui proses pemindaian, hasilnya akan diketahui soal penyebab kecelakaan tersebut.

    "Untuk memetakan satunya fisik crash, mengambil update data untuk menciptakan rekondisi saat dimungkinkan laka sebelum, saat, dan dampaknya," tuturnya.

    Menurut Joko, keterangan saksi-saksi juga diperlukan guna kebutuhan pemberkasan untuk memutuskan siapa yang bersalah akibat peristiwa tersebut.

    "Setelah kita melakukan upaya analisa di TKP akan kita dalami melalui pertimbangan dan pakar agar bisa mengetahui laka lantas ini, untuk keluarnya rekomendasi melalui analisis accident. Dalam waku dekat kita keluarkan," jelasnya.

    Biaya pengobatan ditanggung

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Suhara Manulang menegaskan, seluruh biaya pengobatan korban kecelakaan maut di tanjakan Emen Subang, Jawa Barat, akan ditanggung RSUD Kota Tangerang Selatan, Banten. Ada 18 korban yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Luka yang dialami korban bervariasi, dari luka ringan hingga luka berat.

    Setelah tiba di Kota Tangerang Selatan, para korban akan dirujuk sesuai dengan jenis luka yang dialami. Dua puskesmas juga disiapkan untuk membantu korban yang mengalami luka ringan, di Pamulang dan Bakti Jaya.

    Sedangkan untuk luka berat, kata Suhara, akan dilakukan penanganan di RSUD Kota Tangerang Selatan. Bahkan, Dinas Kesehatan telah bekerja sama dengan RS lainnya dalam membantu proses penanganan para korban.

    "Pokoknya, seluruh perawatan para korban akan kami bantu. Kita sudah siapkan puskesmas, RSUD, dan RS alternatif lainnya. Untuk pengobatan ditanggung, karena kebetulan korban juga warga ber KTP Tangsel semua," ucapnya.

    Sekadar informasi, sebelumnya bus yang berisi rombongan dari Koperasi Simpan Pinjam Permata Ciputat Tangerang Selatan sedang berwisata ke Gunung Tangkuban Perahu. Namun, saat akan pulang melalui Subang kota, tepatnya di tanjakan Emen, bus oleng dan menabrak sepeda motor hingga akhirnya menabrak tebing dan terguling.

    Tetapi, untuk memastikan penyebab terjadinya kecelakaan itu, jajaran kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kejadian sebenarnya dengan meminta keterangan dari para saksi-saksi. Kepala Perwakilan Jasa Raharja Tangerang Sulaiman menegaskan, jumlah korban meninggal akibat insiden tersebut sebanyak 27 orang, sedangkan yang warga Tangerang Selatan 25 orang.

    Tag: kecelakaan infrastruktur

    Bagikan :