Si Imut Kukang yang Terancam Punah

Tim Editor

Ilustrasi Kukang (Rachmad/era.id)

Padang, era.id - Kalian tahu Kukang? Satwa liar yang masuk dalam ordo primata ini sedang terancam habitat liarnya. Hewan yang biasa bergerak lambat itu kerap diperjualbelikan di pasar hewan.

Berdasarkan data Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) mencatat 1.359 ekor kukang diperdagangkan melalui media sosial facebook sejak tahun 2016. Satwa yang memiliki nama lain 'si malu-malu' banyak diminati masyarkat untuk dipelihara.

"Data tersebut didapat dari seluruh Indonesia, dan kami menyayangkan hal ini karena Kukang merupakan satwa yang dilindungi," kata Ketua YIARI Tanto Bangun seperti dilansir Antara, Sabtu (3/3/2018).

Menurut Tanto, Kukang termasuk ke dalam kategori binatang rentan punah. Bahkan International Union of Nature (IUCN) menyebutkan, hewan yang aktif di malam hari ini, kerap dipelihara masyarakat.

Tak sedikit Kukang yang mati ketika diburu sang pemburu. Tanto menambahkan, pemesan Kukang berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banteng.

"Dalam kurun waktu satu tahun, terdapat 1.07o akun penjual Kukang di media sosial. Seekor Kukang dijual dengan harga Rp400 ribu per ekor. Sebanyak 59 persen Kukang yang dijual berasal dari jenis Kukang Jawa," paparnya.

Sekadar informasi, selama 2016-2017 terdapat 2.094 ekor Kukang yang diambil paksa dari habitatnya. Sementara itu, jumlah kerugian negara akibat perdagangan hewan imut berbulu tebal ini dan biaya rehabilitasinya memakan dana Rp59 miliar. 



Aktivitas perdagangan satwa liar ini juga diatur UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati, bunyi salah satu pasal dari UU tersebut," tutur Tanto.

Tercatat hanya ada lima jenis satwa imut bermata belo ini yang masih dapat ditemukan di dunia, yaitu Nycticebus bengalensis, Nycticebus pygmaeus, Nycticebus coucang, Nycticebus menagensis dan Nycticebus javanicus. Tiga di antaranya hidup di Indonesia, mereka adalah N. Coucang kukang Sumatera, N. menagensis Kukang Kalimantan dan N. javanicus Kukang Jawa.

"Meski Kukang terlihat lambat dan jinak. Namun Kukang termasuk hewan yang berbahaya, lantaran gigitan kukang mengandung racun," tutupnya.

Tag: mereka terancam punah

Bagikan: