Hari Perempuan Dibicarakan Sejak 1909

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Hari Perempuan Internasional diperingati tiap 8 Maret. Banyak cerita dalam penetapannya, sejarah panjang terangkai sebelum ada kesepakatan bersama untuk memperingatinya.

Peringatan Hari Perempuan Internasional ini sudah menjadi diskursus sejak tahun 1900-an. Tim era.id merangkum perjalanan sejarah penetapan Hari Perempuan Internasional.

1909 
Dalam Agenda pendirian Partai Sosialis Amerika, untuk pertama kalinya Hari Perempuan Nasional (National Women's Day) diperingati pada 28 Februari di Amerika Serikat. Kemudian perayaannya dilanjutkan hingga 1913.

1910 
Pertemuan Kelompok Sosialis Internasional di Copenhagen, Denmark, mewacanakan Hari Perempuan Internasional dalam rangka mengapresiasi hak-hak asasi perempuan serta mendorong hak suara bagi semua perempuan di dunia. Pertemuan tersebut juga dihadiri tiga anggota parlemen perempuan pertama dari Finlandia.

1911 
Melanjutkan wacana Hari Perempuan Internasional, pertama kalinya diperingati pada 19 Maret di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Lebih dari sejuta perempuan dan laki-laki ikut dalam peringatan Hari Perempuan Internasional yang menuntut hak suara pada pemilu dan posisi dalam pemerintahan. Selain itu, mereka juga menuntut hak memperoleh pelatihan, hak bekerja, dan penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan. 

Tragisnya, selang seminggu perayaan tersebut, terjadi insiden di New York, Amerika Serikat, yang menewaskan lebih dari 140 buruh perempuan. Kebanyakan merupakan buruh perempuan tersebut adalah imigran asal Italia dan Israel. Dampak dari insiden tersebut sangat memengaruhi peraturan perburuhan di Amerika Serikat yang dinilai jadi penyebabnya.


(Infografis/era.id)

1913-1914
Malam sebelum perang dunia pertama pada 1913, perempuan Rusia merayakan International Women's Development Agency (IWDA) sekaligus mengampanyekan perdamaian di hari Minggu terakhir bulan Februari. Dalam kesempatan itu, ditawarkan gagasan untuk mengganti perayaan hari perempuan internasional di bulan Maret. Kemudian, pada 1914, perempuan di kawasan Eropa melakukan aksi antiperang dan mengekspresikan solidaritas antarperempuan.

1917
Perang Dunia pertama yang menewaskan kurang lebih 2 juta tentara Rusia, memotivasi perempuan untuk melakukan demonstrasi sekaligus menyerukan 'roti dan perdamaian'. Demonstrasi tersebut dilakukan pada pekan terakhir Februari. 

Pemimpin politik di Rusia saat itu mengecam demonstrasi tersebut, tetapi tidak menyurutkan semangat perempuan untuk tetap berjuang.

Selang empat hari, Czar (Raja dalam bahasa Rusia) akhirnya turun tahta. Saat itu menjadi sejarah baru bagi pergerakan perempuan lantaran pemerintahan sementara mengakui hak perempuan untuk ikut serta dalam pemilu.

Peristiwa bersejarah tersebut jatuh pada 23 Februari dalam kalender Julian yang digunakan Rusia saat itu, atau sama dengan kalender Gregorian (kalender Masehi) yang jatuh pada 8 Maret dan hingga saat ini diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia.

Tag: hari perempuan internasional

Bagikan: