UU MD3 Berlaku Besok, Bamsoet Minta Tak Didramatisir

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Mery Handayani/era.id)

Jakarta, era.id - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, Undang-undang MD3 resmi diberlakukan pada Kamis (15/3) besok. Hal ini sudah disampaikan Bamsoet kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly.

"Jadi terkait dengan UU MD3, tadi malam saya berkomunikasi dengan Menteri Hukum dan HAM (Yasonna). Menurut perhitungan beliau, waktu 30 hari itu adalah besok. Artinya malam ini pukul 00.00 WIB dan besok pagi masa jatuh temponya," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, masyarakat tak perlu khawatir dan gaduh menyusul diterapkannya UU tersebut. Sebab, hal ini demi menjaga stabilitas politik jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Masyarakat sudah melakukan haknya melakukan uji materi di MK. Menurut saya, itu adalah langkah paling tepat untuk menghindari kegaduhan yang tidak perlu dalam rangka menjaga stabilitas politik menjelang pesta demokrasi pilkada serentak," jelasnya.

UU MD3 sempat menuai polemik karena ada sejumlah pasal yang dianggap kontroversial. Seperti, pasal hak imunitas DPR dan hukuman dipidana bagi pengkritik DPR.


Infografis (era.id)

Bamsoet mencontohkan, kasus Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang mendapat fitnah dan menjadi korban berita hoaks. Bamsoet menyebut, Fadli melaporkan kasus tersebut tanpa tameng UU MD3.

"Fadli Zon melaporkan kok tanpa MD3. Jadi sebetulnya tidak ada yang perlu diributkan," terangnya.

Bamsoet mengatakan, setelah berlakunya UU MD3 siapa saja yang keberatan bisa langsung mengajukan uji materi ke MK.

"Jadi enggak usah didramatisir, ruangnya untuk koreksi sudah ada. Kami DPR mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memahami proses Undang-Undang, dan memahami posisi sebagai warga negara ketika ada UU yang tidak berkesesuaian uji materinya di MK," tandasnya.

Tag: md3 bambang soesatyo ketua dpr

Bagikan: