Polda Metro Jaya Bentuk Satgas Kasus Novel

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Polda Metro Jaya membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Sebanyak 166 penyidik bergabung dalam Satgas tersebut. 

"Polda Metro Jaya membentuk satuan tugas khusus. 166 penyidik yang khusus mengerjakan kasus ini. Selain itu, untuk kasus ini kami diperiksa dan diawasi jajaran Irwasum dan Divpropam. Sedangkan eksternal, Ombudsman dan Kompolnas juga mengawasi, dan bersama teman KPK," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz di Komisi 3 DPR, Rabu (14/3/2018).

Kasus penyiraman air keras ini terjadi pada Selasa 11 April 2017. Hingga saat ini, polisi belum bisa menemukan titik terang pelaku penyiraman itu.

Meski sudah mengumpulkan bukti dan menyebar sketsa pelaku, polisi masih kesulitan. Bukti rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi, juga dianggap tidak memberi informasi yang signifikan untuk pengungkapan ini. 

"Penyidik Polda Metro Jaya juga bekerja sama dengan tim teknis KPK. Sudah 68 saksi sampai hari ini, kemudian 38 rekaman kamera CCTV yang kami bekerja sama dengan APF untuk menganalisis. 91 toko kimia yang sudah kami lakukan pemeriksaan," lanjutnya.

Akibat penyiraman air keras itu, mata Novel rusak. Selama 10 bulan, Novel dirawat Singapura. Dia akhirnya diperbolehkan pulang ke Indonesia pada Kamis (22/2/2018). Namun, kondisi matanya belum sepenuhnya pulih.

Novel berkata, penglihatannya menurun terutama di bagian mata kiri. Namun dia berharap, operasi lanjutan yang akan digelar pada akhir Maret bisa membuat penglihatannya lebih baik.

"Mata kiri berubah, tadinya itu ada jaringan putih dan hitam dengan jaringan gusi yang ditanam di mata kiri akibatnya nanti terlihat warnanya jadi pink, di tengahnya ada hitam nanti," kata Novel di kediamannya, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (27/2/2018).

Untuk pengungkapan kasus ini, Novel telah memberikan keterangannya kepada tim pemantau Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Selasa (13/3/2018).

Dia berharap keterangan yang disampaikan kepada Komnas HAM dapat bermanfaat bagi pihak kepolisian. Sehingga, kasus tersebut dapat terungkap sesuai dengan fakta-fakta yang ada.


(Infografis/era.id)

Tag: siapa penyerang novel novel baswedan polri

Bagikan: