Hikayat Pil Sakti Viagra

| 27 Mar 2018 19:48
Hikayat Pil Sakti Viagra
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta, era.id - Hari ini, tepat 20 tahun yang lalu, Food and Drug Administration (FDA), lembaga pengawas obat dan makanan Amerika Serikat resmi menyetujui penggunaan obat vitalitas, Viagra.

Nama Viagra lahir pada tahun 1991, ketika seorang apoteker berkebangsaan Inggris, Nicholas Terrett mematenkan senyawa sildenafil citrate dengan nama Viagra. Berdasar informasi yang didapat dari situs ViagraBox.com, fungsi Viagra saat itu adalah obat jantung. Atas catatan itu, Nicholas pun disebut-sebut sebagai bapaknya Viagra.

Dalam perjalanannya, penggunaan Viagra sebagai obat jantung menemui berbagai persoalan. Sejumlah pasien jantung mengeluhkan efek samping berupa peningkatan ereksi beberapa hari setelah mengonsumsi Viagra.

Jauh sebelum itu, Pfizer, salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia sejatinya telah mengidentifikasi efek peningkatan ereksi dari konsumsi sildenafil. Dari berbagai penelitian dan kajian, Pfizer menemukan Viagra mampu menambah kekuatan dan daya tahan ereksi penis dalam waktu yang lebih panjang.

Dengan efek yang dihasilkan sildenafil, Pfizer pun memutuskan untuk mengomersilkan penggunaan Viagra untuk masyarakat luas pada tahun 1996. Nah, dua tahun kemudian, izin penjualan viagra sebagai obat difungsi ereksi pun diberikan oleh FDA.

Kesuksesan Viagra dapat dikatakan luar biasa. Pada tahun pertama penjualan, satu pil dihargai 8 sampai 10 USD. Dari seluruh penjualan saat itu, Pfizer mampu meraih keuntungan 1 miliar USD.

Masalah impotensi lelaki Amerika

Membuminya Viagra saat itu turut meningkatkan kesadaran publik soal bahaya impotensi. Pada periode kejayaan Viagra, sekitar 30 juta pria Amerika Serikat diindikasikan menderita disfungsi seksual. 

Kondisi tersebut turut direspons pasar farmasi Amerika Serikat dengan kemunculan produk-produk saingan Viagra seperti Cialis dan Levitra.

Sebelum dilahirkan dengan nama Viagra pada tahun 1991, duo peneliti Pfizer, Petter Dunn dan Albert Word telah menemukan sildenafil citrate, senyawa yang jadi cikal bakal Pfizer.

Saat ini, Viagra merupakan produk pengobatan andalan untuk menangani permasalahan disfungsi seksual, terutama impotensi.