DPR Tetapkan Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI

Tim Editor

Rapat paripurna DPR pengesahan Gubernur BI dan Deputi Gubernur BI (Jafriyal/era.id)

Jakarta, era.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan hasil uji kelayakan Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2018-2023 Perry Warjiyo dan Calon Deputi Gubernur BI periode 2018-2023 Dody Budi Waluyo. 

"Bisa kita setujui?" ujar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan dalam rapat paripurna yang disambut teriakan setuju dari anggota dewan yang lain, Selasa (3/4/2018). Pengesahan berjalan lancar tanpa interupsi.

Wakil Ketua Komisi XI Achmad Hafisz Tohir berharap Gubernur BI dan Deputi Gubernur BI ini dapat menjaga stabilitas perekonomian nasional dalam menghadapi potensi gejolak ekonomi global.

"Stabilitas perekonomian tersebut harus dilakukan dengan kebijakan moneter yang dititikberatkan pada upaya untuk memelihara stabilitas nilai rupiah," ujar Achmad saat menyampaikan laporan Komisi XI DPR terkait Hasil Pembahasan Calon Gubernur BI dan Calon Deputi Gubernur BI dalam rapat paripurna kali ini.


(Infografis/era.id)

Perry diuji oleh Komisi XI DPR pada Rabu 28 Maret 2018. Sementara, Dody diuji sehari sebelumnya, bersama dua calon lainnya yakni Wiwiek Sisto Widayat. Berdasarkan hasil musyawarah 36 anggota Komisi XI yang terdiri dari 10 fraksi, Perry dipilih sebagai Gubernur BI sedangkan Dody sebagai Deputi Gubernur BI.

Perry lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, 25 Februari 1959. Ia kuliah di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1982 dan mendapat gelar sarjana ekonomi di sana. Dia melanjutkan pendidikan magister di Iowa State University, AS, dan mendapat gelar master of science (Msc) di bidang ekonomi moneter dan internasional pada 1989. Lalu, dia mendapatkan gelar PhD di bidang ekonomi moneter dan internasional di universitas yang sama pada 1991.

Baca Juga : Jokowi Pilih Perry Warjiyo Jadi Calon Gubernur BI

Dia mulai berkarier sejak 1984, di bank sentral dengan jabatan staf desk penyelamatan kredit, urusan pemeriksaan, dan pengawasan kredit. Kemudian, pada 1992-1995, Perry menjabat Staf Gubernur BI. Setelah itu, Perry menjabat Kepala Biro Gubernur pada 1998. Lalu, Perry diangkat sebagaiproject leader Unit Khusus Program Transformasi BI pada 2001. Selanjutnya, ia menjabat Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan pada 2003.

Baca Juga : Menteri Sri Mulyani Puji Perry Warjiyo

Kariernya kian moncer, Perry menjabat Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI pada 2005-2007. Selanjutnya, Perry bertugas di Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai Direktur Eksekutif South East Asia Voting Group (SEAVG), mewakili 13 negara, pada 2007-2009. 

Perry diangkat sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden 28/P Tahun 2013. Dia duduk di kursi itu selama 2013-2018. Kini, Perry ditunjuk sebagai calon tunggal oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Agus DW Martowardojo yang berakhir masa jabatannya pada Mei 2018.

Bagikan: