DPR Harap Gubernur Baru BI Bisa Jaga Ekonomi

Tim Editor

Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan. (Jafriyal/era.id)

Jakarta, era.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan menetapkan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI terpilih pada rapat paripurna hari ini, Selasa (3/4/2018). Selain itu, DPR juga akan akan menetapkan Dody Budi Waluyo sebagai Deputi Gubernur BI terpilih.

"Mengesahkan fit and proper test calon Deputi BI dan Gubernur BI yang baru. Kami berharap dengan kondisi ekonomi global yang belum bersahabat dan potensi perang dagang antara China dan Amerika, serta nilai tukar rupiah yang labil kami berharap para deputi dan gubernur menguatkan rupiah dan memaksimalkan potensi ekonomi mikro," Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan di Gedung DPR, Selasa (3/4/2018).

China dan Amerika baru-baru ini menetapkan kebijakan impor baru. China menaikkan tarif untuk impor 128 jenis barang konsumen dari Amerika hingga 25 persen. Sedangkan Amerika menaikkan tarif impor baja dan aluminium dari China sebanyak masing-masing 25 persen dan 10 persen. Taufik menilai kondisi politik RRC dan Amerika harus bisa dihadapi oleh Gubernur BI dan Deputi Gubernur BI yang baru. 

"Ambang batas sekarang Rp15.000. Kalau melewati Rp15.000 akan terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Sebenarnya sekarang Rp14.000 ditahan oleh BI Rp13.700. Ini hal serius untuk kita semua pemerintah dan pelaku ekonomi. Karena akhir April atau awal Mei pasti ada situasi yang makin runcing," lanjut Taufik.

Dody diuji pada Selasa 27 Maret 2018, bersama dua calon lainnya yakni Wiwiek Sisto Widayat, dan Doddy Zulverdi. Sementara Perry diuji pada Rabu 28 Maret 2018. Berdasarkan hasil musyawarah 36 anggota Komisi XI yang terdiri dari 10 fraksi, Perry dipilih sebagai Gubernur BI sedangkan Dody sebagai Deputi Gubernur BI.


(Infografis/era.id)

Perry lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, 25 Februari 1959. Ia kuliah di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1982 dan mendapat gelar sarjana ekonomi di sana. Dia melanjutkan pendidikan magister di Iowa State University, AS, dan mendapat gelar master of science (Msc) di bidang ekonomi moneter dan internasional pada 1989.  Lalu, dia mendapatkan gelar PhD di bidang ekonomi moneter dan internasional di universitas yang sama pada 1991.

Dia mulai berkarier sejak 1984, di bank sentral dengan jabatan staf desk penyelamatan kredit, urusan pemeriksaan, dan pengawasan kredit. Kemudian, pada 1992-1995, Perry menjabat Staf Gubernur BI. Setelah itu, Perry menjabat Kepala Biro Gubernur pada 1998.  Lalu, Perry diangkat sebagai project leader Unit Khusus Program Transformasi BI pada 2001. Selanjutnya, ia menjabat Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan pada 2003.

Kariernya kian moncer, Perry menjabat Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI pada 2005-2007. Selanjutnya, Perry bertugas di Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai Direktur Eksekutif South East Asia Voting Group (SEAVG), mewakili 13 negara, pada 2007-2009. 

Perry diangkat sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden 28/P Tahun 2013. Dia duduk di kursi itu selama 2013-2018. Kini, Perry ditunjuk sebagai calon tunggal oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Agus DW Martowardojo yang berakhir masa jabatannya pada Mei 2018.

Bagikan: