Dokter Spesialis Sebut Kondisi Novanto Baik Usai Kecelakaan

Tim Editor

Dokter spesialis jantung RS Medika Permata Hijau, Mohammad Toyibi. (Tiwi/era.id)

Jakarta, era.id - Dokter spesialis jantung RS Medika Permata Hijau, Mohammad Toyibi, menyatakan bahwa kesehatan Setya Novanto dalam kondisi baik usai kecelakaan di bilangan Permata Hijau, Jakarta Selatan, 16 November 2017 silam.

Toyibi bahkan tak melihat adanya benjol atau luka berarti di kepala dan wajah Novanto, seperti yang dikatakan mantan kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi. Hal itu diketahuinya usai melakukan pemeriksaan jantung kepada Novanto, sehari setelah kecelakaan.

"Tidak ada benjol, hanya ada luka lecet di dahi sebelah kiri. Perban yang dipasang (di kepala) juga seperti tidak betul-betul dipasang. Menyingkap begitu perbannya. Saya periksa dadanya juga tidak ada luka," kata Toyibi, saksi yang dihadirkan dalam sidang terdakwa obstruction of justice, Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

Toyibi menambahkan bahwa pemeriksaan jantung yang dilakukannya hanya berkisar selama 5-7 menit. Dalam pemeriksaan yang menggunakan EKG dan stetoskop itu, ia mendapati kondisi jantung Novanto dalam kondisi baik. "Saya periksa sekitar 5-7 menit. Jantungnya baik," tuturnya.

Baca Juga : Saksi Sidang Bimanesh Masih dari RS Medika


Novanto di RS Medika Permata Hijau pasca kecelakaan. (Foto: Istimewa)

Dia juga mengaku sempat bertemu dengan dokter KPK, Johannes, di lorong ruang VIP pasca memeriksa Novanto. Dokter Johannes sempat bertanya apakah kondisi Novanto memadai untuk dipindah ke RSCM.

"Dokter Johannes bertanya, 'Dok, bagaimana? Pasien transportable atau tidak?' Ya saya jawab singkat, 'transportable',” tuturnya.


Sumpah jabatan dokter Indonesia. (era.id)

Oleh jaksa KPK, Bimanesh didakwa merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Bimanesh juga disebut bekerja sama dengan pengacara Fredrich Yunadi untuk merekayasa sakitnya Novanto.

Atas perbuatannya, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto. Keduanya diduga memanipulasi data medis Novanto untuk menghindari pemeriksaan KPK pada November 2017. 

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tag: dokter bimanesh setya novanto korupsi e-ktp

Bagikan: