Komisi VI DPR Bakal Panggil Rini Soemarno

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Menteri BUMN Rini Soemarno dampingi Presiden saat meninjau ruas Pelabuhan-Bakauheni dan ruas Lematang-Kotabaru, di Bakauheni, Minggu (21/1) (Foto: Setkab)

Jakarta, era.id - Komisi VI DPR RI akan memanggil PLN, Pertamina dan Kementerian BUMN untuk mengklarifikasi rekaman pembagian fee proyek yang tersebar di dunia maya.

"Setelah reses Komisi VI akan memanggil Dirut PLN dan Kementrian BUMN untuk meminta klarifikasi rekaman tersebut," jelas Wakil Ketua Komisi VI DPR, Inas Nasrullah Zubir saat dihubungi era.id, Sabtu (28/4/2018).

Pada Jumat (27/4/2018) jagat maya dihebohkan dengan beredarnya rekaman percakapan telepon yang diduga membicarakan  pembagian fee proyek. Ada dua orang--pria dan wanita--yang terlibat dalam percakapan tersebut.

Rekaman ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram om_gadun dengan caption; 'Dashyaaatttt...!!!! Mau kelanjutanhya? Om butuh 1000 likes #MafiaMigas #RIwayarpertaminakiNI'. Dalam unggahan ini om_gadun menuliskan judul; 'Rini Soemarno' dan ' Sofyan Basir'.
 
Tim redaksi mencoba menghubungi Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media BUMN, Fajar Harry Sampurno untuk mengonfirmasi rekaman ini. Fajar mengaku belum tahu soal rekaman pembicaraan orang yang diduga Rini dan Sofyan itu.

"Waduh saya belum, video yang mana, soal apa?" tanya dia balik kepada era.id.

Hal yang sama juga kami coba tanyakan kepada pihak Istana. Melalui juru bicara kepresidenan, Johan Budi, istana tidak tahu menahu soal isi rekaman yang sedang beredar luas di media sosial tersebut. Kami juga sudah mengontak salah satu staf khusus Menteri BUMN, Wianda Pusponegoro. Namun teleponnya hingga berita ini diturunkan, tidak aktif.

Satu pekan sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno juga menjadi perbincangan setelah ia mencopot Elia Massa dari posisi Direktur Utama Pertamina pada Jumat (20/4) lalu. Inas menjelaskan, pencopotan ini berdasarkan faktor like and dislike.

"Pencopotan Massa Manik lebih disebabkan oleh like and dislike Menteri BUMN, Rini Soemarno kepada Massa Manik yang dia nilai tidak patuh dan nurut kepada kehendak menteri untuk mengubah nomenklatur direktorat di Pertamina yang tidak melibatkan jajaran direksi Pertamina serta perubahan nomenklatur tersebut tidak melalui kajian yang sebagaimana mestinya," urai Inas.

Baca Juga : Beredar Percakapan 2 orang Bahas Fee proyek


Infografis perombakan di Pertamina (Wildan/era.id)

Tag: pln pertamina bumn rini soemarno

Bagikan: