Laporan Terhadap Puan Soal Perayaan Ultah saat Demo Kenaikan BBM Dihentikan, MKD DPR RI: Tak Langgar Kode Etik

ERA.id - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memutuskan tak melanjutkan laporan terhadap Ketua DPR RI Puan Maharani yang diajukan oleh Joko Priyoski pada Senin (12/9).

Puan diadukan karena diduga melanggar kode etik lantaran merayakan ulang tahun di sela-sela rapat paripurna DPR RI para Selasa (6/9) lalu.

Keputusan itu dibacakan oleh Wakil Ketua MKD Nazaruddin Dek Gam di ruang rapat MKD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9/2022).

"Perkara dugaan pelanggaran kode etik DPR RI terhadap yang terhormat Dr HC Puan Maharani a188 Fraksi PDI Perjuangan, dengan nomor register 89/pp mkd/ 9/2022 tidak dapat ditindaklanjuti," ujar Nazaruddin.

Menurut MKD, setelah mendalami laporan tersebut diputuskan pula bahwa Puan tidak melakukan pelanggaran kode etik apapun atas aduan yang disampaikan.

Sebab, Puan tidak sedang merayakan ulang tahun di sela-sela rapat paripurna. Melainkan mendapat ucapan selamat dari para anggota DPR Ri yang kebetulan bertepatan dengan rapat paripurna.

"Teradu (Puan Maharani) hanya menerima ucapan selamat ulang tahun dari rekan-rekan anggota DPR, karena di hari yang sama rapat paripurna bertepatan dengan hari ulang tahun teradu," kata Nazaruddin.

"Bahwa MKD DPR RI tidak menemukan bukti terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Puan Maharani," lanjutnya.

Karena tidak adanya bukti pelanggaran kode etik dan laporan tak ditindaklanjuti, maka MKD akan melakukan rehabilitasi terhadap nama baik Puan.

"Mahakamah Kehormatan Dewan DPR RI memberikan rehabilitasi terhadap teradu," kata Nazaruddin.

Untuk diketahui, Ketua DPR RI Puan Maharani dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh Joko Priyoski. Laporan itu terkait aksi nyanyain selamat ulang tahun untuk Puan di sela-sela rapat paripurna saat massa buruh berdemo soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Selasa (6/9) lalu.

"Hari ini kami melaporkan Puan Maharani ke MKD atas viralnya video perayaan ulang tahun di tanggal 6 (September) yang lalu. Di saat massa buruh berunjuk rasa tapi beliau bukannya menerima perwakilan pengunjuk rasa, malah melakulan euforia di dalam gedung," kata Joko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/9).

Joko menilai Puan tak peka dengan kondisi kesulitan masyarakat di tengah naiknya harga BBM. Sebab, memilih menerima kejutan ulang tahun saat rapat paripurna ketimbang menemui massa.

"Apalagi beliau kita tahu mau menjadi capres. Harusnya beliau memiliki kepekaan yang tinggi terhadap beban masyarakat hari ini," kata Joko.

Seperti diketahui, Ruang Rapat Paripuna DPR RI mendadak heboh dengan tepuk tangan dan nyanyian lagu 'Selamat Ulang Tahun' yang dipopulerkan oleh Band Jamrud.

Kehobahan itu terekam saat penutupan Rapat Paripurna dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 DPR RI dan penyampaian laporan kinerja DPR RI tahun sidang 2021-2022 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Namun, lagu selamat ulang tahun itu bukan untuk merayakan HUT DPR RI, melainkan dipersembahkan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani yang berulang tahun pada hari ini.

Sementara itu, di depan Gedung DPR RI/MPR RI, massa buruh dan mahasiswa telah berkumpul. Mereka datang bukan untuk ikut merayakan ulang tahun Puan Maharani, melainkan menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM).