TGB Lolos dari Sanksi Demokrat

Jakarta, era.id - Partai Demokrat hendak memberi sanksi kepada Tuan Guru Bajang Zainul Majdi akibat pernyataan yang dikeluarkannya bertentangan dengan sikap partai. 

TGB memilih mendukung Jokowi sebelum Partai Demokrat memutuskan dukungannya pada Pemilu 2019. Namun, belum sempat mendapat sanksi dari partai, TGB telah menyatakan keluar terlebih dahulu. 

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menerangkan dirinya memiliki pandangan sendiri mengenai sosok Presiden Joko Widodo, namun pandangan tersebut disimpannya dan hanya menjadi pembahasan di internal.

"Kemarin TGB mendeklarasikan di luar untuk mendukung Jokowi, nah itu mendahului sikap partai, andaikan sikapnya itu di dalam saja, tidak ada masalah," kata Ferdinand di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/27/2018).

Saat ini posisi TGB di DPD Nusa Tenggara Barat (NTB) telah diisi oleh kader lainnya. Kepergian TGB tidak berdampak siginifikan terhadap suara Demokrat di NTB, pasalnya, sebelum TGB bergabung suara Demoktrat di Timur Indonesia itu sudah cukup besar.

"Kita enggak khawatir bakal kecil di sana karena kita punya banyak kader disana," ujarnya.

Sikap Partai Demokrat ke Jokowi

Saat ini, Ferdinand mengatakan, Partai Demokrat berada di sisi oposisi, bukan berada di ranah abu-abu. Karena itu, kata Ferdinand, kemungkinan Partai Demokrat bergabung dengan koalisi Jokowi sangat kecil.

Berdasarkan data yang dimiliki Ferdinand, mayoritas kader mengarahkan untuk bergabung dengan Gerindra apabila tidak dapat membentuk poros alternatif. Namun keputusan final masih berada ditangan majelis tertinggi Partai Demokrat.

Namun, dia mengatakan, setiap kader yang bertentangan dengan sikap partai, diminta untuk diam atau keluar dari Demokrat.

"Yang tidak mau ikut harap diam atau mundur," tegasnya.

Ferdinan menambahkan, alasan lain partainya tidak bergabung dengan koalisi Jokowi, karena mereka menunjukan itikad untuk merangkul Demokrat ke dalam barisannya. Dia membantah tak bergabungnya Demokrat ke poros pemerintah karena TGB keluar dari Demokrat.

"Partai demokrat tidak pernah berat ke Jokowi tapi kan di dalam sana tidak mengharapkan partai Demokrat bergabung," ujar dia.

Tag: partai demokrat