Doa untuk Anak yang Dikhitan Lengkap dengan Maknanya, Orang Tua Wajib Simak Ini

ERA.id - Prosesi khitan atau yang populer dengan sebutan sunat adalah ibadah yang wajib dijalani oleh setiap laki-laki muslim. Khitan sendiri ditetapkan sebagai salah satu tugas yang diemban oleh setiap orang tua kepada anak laki-lakinya.

Salah satu anak peserta sunatan massal yang pernah digelar Polda Jateng pada HUT ke-76 Bhayangkara/ Foto: Dok. Polda Jateng

Khitan pada umumnya dilaksanakan ketika anak masih kecil atau berusia kurang dari 10 tahun. Saat mengkhitankan anak, Islam mengajarkan untuk terlebih dahulu diawali dengan doa.

Anda sudah tahu doanya? Jika belum, berikut akan dijelaskan doa khitan yang tercantum dalam kitab Hilyatun Nufus lil ‘Aris wal ‘Arus lengkap dengan maknanya.

Doa khitan beserta maknanya

Allaahumma haadzihii sunnatuka wa sunnatu nabiyyika, shalawaatuka ‘alayhi wa aalihii, wat tibaa‘un minnaa li nabiyyika, bi masyii’atika, wa iraadatika, wa qadhaa’ika li amrin aradtahuu, wa qadhaa’in hatamtahuu, wa amrin anfadztahuu, wa adzaqtahuu harral hadiidi fii khitaaniii wa hijaamihii bi amrin anta a’rafu bihii minnii.

Artinya: Ya Allah, ini adalah sunnah-Mu dan sunnah nabi-Mu. Semoga rahmat tercurah padanya dan keluarganya. Dan kami mengikuti nabi-Mu dengan kehendak-Mu dan qadha-Mu. Karena suatu hal yang Engkau kehendaki. Karena suatu hal ketentuan yang Engkau tetapkan. Karena suatu perkara yang Engkau laksanakan, dan Engkau merasakan padanya panasnya besi dalam khitan dan bekamnya karena suatu perkara yang Engkau lebih tahu dari hamba.

Selain doa di atas, ada doa lanjutan yang dapat dibaca saat anak sunat, yaitu:

Allaahumma fa thahhirhu minadz dzunuub, wa zid fi umrihii, wadfa‘il aafaati ‘an badanihii wal awjaa‘i ‘an jismihii, wa zidhu minal ghinaa, wadfa‘ ‘anhul faqra, fa innaka ta‘lamu wa laa na‘lamu.

Artinya: Ya Allah, mohon sucikanlah dia dari dosa-dosa. Panjangkan umurnya. Jagalah tubuhnya dari penyakit. Dan tambahlah kekayaan padanya dan jauhkan dari kefakiran. Maka sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang kami tidak ketahui.

Doa Selamat untuk Anak yang Sudah Dikhitan

Sementara dalam Kitab Perukunan Melayu terbitan Alaydrus, halaman 50, dituliskan sebuah doa dari orang tua untuk anak dan keturunannya agar senantiasa diberikan keselamatan, yaitu:  

Allāhumma bi hurmatin nabiyyi, wal hasani, wa akhīhi, wa ummihī, wa abīhi, najjinī minal ghammil ladzī fīhi, yā hayyu, yā qayyūmu, yā dzla jalāli wal ikrāmi, wa as’aluka an tuhyiya qalbī bi nūri ma‘rifatika abadan abadan, yā rasūlallāhi, yā allāhu, yā arhamar rāhimīna, wal hamdu lillāhi rabbil ‘ālamīna.

Artinya: “Ya Allah, demi kehormatan Nabi Muhammad SAW, Hasan, saudaranya, ibunya, dan bapaknya, selamatkanlah hamba dari kebingungan yang ada di dalamnya. Wahai Zat yang hidup, wahai Zat yang maha tegak, wahai Zat yang maha besar dan mulia, aku memohon kepada-Mu agar menghidupkan hatiku dengan cahaya makrifat-Mu selamanya, wahai Rasulullah, ya Allah (3 kali), dengan rahmat-Mu, wahai Zat yang maha pengasih. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

Dari sejarah yang tercatat, Nabi Ibrahim As merupakan manusia pertama di dunia yang menjalankan perintah khitan dari Allah Swt. Padahal saat itu Nabi Ibrahim sudah berusia 80 tahun. Selanjutnya, kewajiban tersebut juga dijalankan oleh nabi-nabi setelahnya hingga zaman Nabi Muhammad dan sampai hari ini.

Demikianlah penjelasan mengenai doa untuk anak yang dikhitan beserta maknanya. Semoga penjelasan ini menambah manfaat bagi Anda.

Baca artikel-artikel dan informasi menarik lainnya, pantau terus kabar terbaru dari ERA, Media Terpercaya dan Pilihan Anda.