Batal Koalisi, PDIP: Problemnya Ada Pada SBY Sendiri

Jakarta, era.id - Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI Perjuangan Komaruddin Watubun mengaku heran dengan sikap Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merasa hubungannya dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri masih berjarak.

"Saya sungguh heran dengan Pak SBY. Kenapa beliaunya peragu? Setiap bertemu dengan Pak Jokowi, Pak SBY selalu bertanya, Pak Jokowi, apakah kalau Partai Demokrat berada dalam koalisi, partai-partai koalisi bisa menerima kehadiran kami? Lalu berdasarkan keterangan Pak SBY sendiri, Pak Jokowi menjawab bisa, karena presidennya saya. Jadi kenapa Ibu Mega yang disalahkan,” kata Komaruddin dalam keterangan tertulis, Jumat (27/7/2018).

Komaruddin menyebut, batalnya Demokrat bergabung dalam koalisi pengusung Jokowi sebagai capres pada Pemilu 2019 karena masalahnya pribadi SBY. Kata Komaruddin, SBY ragu bergabung dengan Jokowi.

"Kegagalan bergabungnya Demokrat dalam koalisi Pak Jokowi lebih disebabkan oleh keraguan Pak SBY sendiri. Sebab, ketika Pak Jokowi menjawab bisa, karena presidennya saya, Pak SBY menyatakan keraguannya, bahkan anehnya Pak SBY justru menolak bergabung," ucapnya.

Padahal, lanjut Komaruddin, Megawati beserta kader PDIP lainnya tidak mepersoalkan ketika Demokrat gabung dengan koalisi Jokowi.

"Artinya, Pak SBY yang tidak percaya dengan jaminan Pak Jokowi sebagai presiden. Jadi jelas sudah bahwa gagalnya kerjasama tersebut murni karena Pak SBY sendiri dan jangan bawa-bawa nama Ibu Megawati. Beliau itu selalu diam," kata Komaruddin.

Lebih lanjut, Komaruddin menegaskan, politik seharusnya penuh dengan narasi membangun bangsa dan negara, bukan narasi keluarga atau narasi anaknya.

Dia melihat peristiwa politik ini sebagai sebuah pengalaman baru. Kata dia, peristiwa ini merupakan pelajaran bahwa tugas pemimpin bukanlah mengeluh tapi memberikan arahan.

"Kita maafkan Pak SBY lah, saya sendiri juga seorang Bapak, bisa merasakan mimpi seorang Bapak terhadap anaknya," ujar dia.

Tag: sby e ktp jokowi