Menkes Ungkap Proses Etilen Glikol Sebabkan Kematian: Senyawanya Berubah Jadi Kristal Kecil Tajam di Ginjal

ERA.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bagaimana senyawa etilen glikol, dietilen glikol dan etilen glikol butyl ether hingga bisa menyebabkan kematian pada anak. Ia menceritakan telah mengetes anak-anak yang menderita gagal ginjal akut yang dirawat di RSCM.

"Dari 11 anak, 7 anak positif memiliki zat kimia berbahaya tadi, etilin glikol, dietilin glikol, etilin glikol butyl ether, itu ada di mereka. Jadi confirm. 60 persenan confirm, bahwa ini disebabkan oleh senyawa kimia tadi," kata Budi dalam konferensi pers, Jumat (21/10/2022).

Ia menjelaskan bila tiga senyawa tadi masuk ke dalam tubuh maka saat tubuh melakukan metabolisme, senyawa tadi akan berubah menjadi asam oksalat. Hal itu dianggap berbahaya.

"Kenapa berbahaya, asam oksalat kalau masuk ke ginjal, bisa jadi kalsium oksalat, kalsium oksalat kaya kristal kecil yang tajam-tajam. Sehingga kalau ada kristal kecil yang tajam-tajam di ginjal para balita kita ya rusak ginjalnya," kata Budi.

Selanjutnya, tim kedokteran RSCM melakukan biopsi untuk memastikan kondisi ginjal anak-anak penderita gagal ginjal. Hasilnya dikonfirmasi, ginjal rusak karena kalsium oksalat.

"Sekarang kita tahu oh meninggalnya gara-gara ini," kata Menkes.

Sebelumnya, pemerintah mencatat sebanyak 209 kasus gagal ginjal akut yang didominasi diderita anak-anak usia satu hingga lima tahun. Akibatnya, seluruh obat berbentuk sirop diimbau untuk tak digunakan.

Hal ini lantaran adanya kemungkinan kandungan etilen glikol yang terdapat dalam obat tersebut. Kandungan etilen ini juga diduga menjadi penyebab kasus gagal ginjal akut.