Sudah Makan, Kenapa Kucing Mengeong Terus?

ERA.id - Gestur dan suara tertentu, misalnya mengeong, merupakan cara kucing menyampaikan perasaan dan keinginan. Namun, terkadang kucing tak henti-hentinya mengeong. Kenapa kucing mengeong terus?

Suara ngeong kucing punya arti yang berbeda-beda, tetapi bagi kita kerap terdengar sama. Secara umum, kucing akan mengeong saat merasa lapar. Setelah diberi makan hingga kenyang, mereka akan berhenti mengeong.

Namun, jika kucing mengeong saat sudah kenyang, mungkin ada hal lain yang terjadi. Dikutip Era dari Catster, berikut adalah beberapa penyebab kucing terus mengeong meski sudah diberi makan.

Kenapa Kucing Mengeong Terus Setelah Makan?

·         Kepuasan atau ketidakpuasan

Kucing peliharaan yang kenyang biasanya tidak lagi mengeong. Namun, jika hal tersebut terjadi, bisa jadi itu adalah cara kucing untuk mengekspresikan diri terkait makanannya.

Kucing bisa mengeong karena merasa puas dengan makanan yang dia santap. Namun, bisa juga kucing mengeong karena merasa bosan atau kurang suka dengan makanan yang disajikan. Untuk membedakan hal tersebut, pemilik perlu mengatami gelagat kucing saat mengeong.

·         Ingin makan lebih

Terkait penyebab pertama, kita asumsikan, kucing mengeong karena merasa puas dengan makanan yang diberikan. Namun, setelah itu kucing masih saja mengeong. Apakah dia masih terbawa suasana karena kenikmatan makanan tersebut?

Jika kucing masih terus mengeong setelah diberi makan, bisa jadi kucing tersebut minta tambah. Dia ingin mendapatkan makanan dalam jumlah yang lebih banyak, mungkin karena masih lapar.

·         Minta perhatian

Ilustrasi kucing mengeong minta perhatian (unsplash)

Perut sudah penuh, tetapi kadang kucing peliharaan masih saja mengeong. Bisa jadi, kucing tersebut sedang butuh perhatian. Bisa jadi, kucing Anda sedang merasa kesepian, ingin bermain, atau ingin mendapatkan pelukan dari pemiliknya.

Cobalah berikan belaian kepada kucing Anda. Jika dia berhenti mengeong, mungkin itu tanda bahwa dia memang ingin punya waktu berkualitas yang lebih banyak bersama Anda.

·         Berahi

Pada musim kawin, kucing yang tidak dimandulkan (dikebiri) akan lebih banyak mengeong saat musim kawin. Dia akan terus mengeong meski sudah diberi makanan.

Ngeong ini tidak ditujukan kepada Anda, melainkan kepada para kucing lawan jenis. Kucing jantan akan mengeong untuk menarik perhatian kucing betina, sedangkan kucing betina akan mengeong untuk memberi sinyal kepada kucing jantan bahwa dirinya sedang berahi. 

·         Tidak enak badan

Kucing juga bisa mengalami gangguan pencernaan dan kram. Jika kucing Anda mengeong setelah makan yang disertai gejala tertekan, urine atau kotoran berdarah, muntah, dan minum lebih banyak dari biasanya, hal tersebut bisa jadi tanda bahwa kucing sedang tidak sehat.

Hal tersebut bisa disebabkan oleh penyakit perut atau gangguan kesehatan berupa gastritis uremik atau bahkan penyakit ginjal. Jika kucing menunjukkan gejala tidak sehat, segera bawa kucing ke dokter hewan untuk mendapat perawatan. 

·         Bingung 

Kucing tua cendering lebih banyak mengeong dibandingkan kucing muda. Jika kucing tua memiliki gangguan pendengaran, penglihatan, atau bentuk disfungsi kognitif (misalnya demensia), mengeong adalah salah satu bentuk ekspresi frustrasi. Untuk mengalihkan perhatian kucing agar tidak terus-terusan mengeong, Anda bisa memberikannya mainan atau mengajaknya bermain.

Itulah beberapa alasan kenapa kucing mengeong terus. Sebagai pemilik, Anda bisa memberikan perhatian lebih kepada gestur dan suara ngeong yang dikeluarkan kucing. Dengan demikian, Anda akan lebih tahu maksud dari ngeong tersebut.