Taliban Larang Wanita Kunjungi Taman Bermain

ERA.id - Taliban kembali membuat aturan yang mengejutkan bagi warga Afghanistan khsusunya wanita. Taliban resmi melarang wanita mengunjungi taman bermain di Kabul.

Seorang juru bicara Kementerian Wakil dan Kebajikan mengatakan bahwa pengelola taman di ibu kota telah diberi tahu untuk tidak mengizinkan wanita masuk. Kelompok itu mengklaim para pengunjung tidak mengikuti syariah Islam selama berkunjung ke taman bermain.

"Kami melakukan ini karena dalam 15 bulan terakhir, terlepas dari upaya kami, orang-orang pergi ke taman dan tidak menghormati hukum Syariah," kata Mohammed Akif, juru bicara Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, dikutip BBC, Jumat (11/11/2022).

Diketahui hak dan kebebasan wanita telah dibatasi sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus 2021. Di bawah aturan Taliban tentang memisahkan orang berdasarkan jenis kelamin, wanita diizinkan untuk mengunjungi taman pada tiga hari setiap Minggu, Senin, dan Selasa. Sedangkan laki-laki diizinkan empat hari sisanya.

Namun sayangnya aturan itu kembali diubah. Menurut aturan baru Taliban, wanita tidak akan diizinkan pergi ke taman bermain meski ditemani oleh kerabat pria.

"Pembatasan itu untuk semua wanita, baik dengan atau tanpa mahram (kerabat pria)," jelas Akif.

Larangan terhadap perempuan meluas ke taman hiburan yang biasanya memiliki wahana seperti mobil bemper atau kincir ria. Padahal taman bermain merupakan tempat keluarga berkunjung bersama anak-anak mereka.

Sejauh ini sejak berada di bawah kekuasaan Taliban, sejumlah aturan dan pembatasan telah diberlakukan bagi wanita. Sebelumnya wanita sudah dilarang untuk melakukan perjalanan jauh tanpa pendamping pria.

Bahkan sebagian besar gadis remaja yang masih menempuh pendidikan belum kembali ke sekolah, meski pun Taliban berjanji untuk mengizinkan mereka untuk bersekolah.

Beberapa wanita yang bekerja di sektor pendidikan dan kesehatan juga diberi tahu untuk tidak bekerja setelah Taliban berkuasa. Pada bulan Mei lalu, sebuah aturan disahkan yang memerintahkan wanita untuk mengenakan cadar di depan umum.

Namun aturan mengenakan cadar itu nampak tidak dipatuhi di beberapa daerah di perkotaan. Taliban sebelumnya sudah bersumpah tidak akan melakukan penindasan brutal terhadap wanita seperti pertama kali mereka berkuasa di tahun 1990-an.