Mengenal Sosok Anwar Ibrahim, Salah Satu Calon PM Malaysia

ERA.id - Sosok Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin menjadi sorotan. Mereka adalah calon perdana menteri (PM) Malaysia terbaru, tetapi gagal mendapatkan mayoritas kursi di Dewan Rakyat dalam pemilu Malaysia yang digelar beberapa waktu lalu.

Akhirnya, pada Selasa, 22 November 2022, Raja Malaysia menyatakan akan memilih perdana menteri (PM) Malaysia. Alasan lain Raja Malaysia turun tangan adalah penolakan terhadap usulan Raja Malaysia agar keduanya bekerja sama.

Muhyiddin Yassin, lawan Anwar Ibrahim dalam perebutan kursi PM Malaysia (antaranews)

Pemungutan suara yang dilakukan oleh warga Malaysia menghasilkan parlemen gantung. Baik Anwar Ibrahim maupun mantan PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, sama-sama tidak mendapatkan suara mayoritas untuk membentuk pemerintahan.

Muhyiddin menjelaskan, untuk mengatasi masalah tersebut, Raja Al-Sultan Abdullah memberikan saran agar keduanya bekerja sama membentuk “pemerintahan persatuan”. Akan tetapi, Muhyiddin menyatakan tidak akan bekerja sama dengan Anwar.

Dikutip Era dari Reuters, Muhyiddin menyampaikan hal tersebut setelah dirinya bertemu Raja Abdullah dan Anwar di Istana Negara pada Selasa sore, 2022 November. Untuk diketahui, Muhyiddin menjalankan aliansi konservasi Muslim Melayu, sedangkan Anwar koalisi multietnis.

Mengenal Sosok Anwar Ibrahim

Dilansir CNBC Indonesia, Anwar merupakan politikus yang penuh kontroversi. Anwar Ibrahim lahir di Bukit Mertajam, 10 Agustus 1947. Dia merupakan mantan wakil PM Malaysia periode 1993—1998.

Selain itu, dia juga pernah menjadi Menteri Keuangan Malaysia periode 1991—1998. Ketika itu, dia merupakan anggota Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai di tubuh koalisi Barisan Nasional (BN) yang sedang berkuasa pada masa tersebut.

Anwar Ibrahim pernah menjadi pemimpin oposisi ke-12 dan ke-16. Dia juga menjabat sebagai Presiden ke-2 Partai Keadilan Rakyat (PKR) dan pemimpin Pakatan Harapan (PH) koalisi oposisi. Pada 2018, dia menjadi Anggota Parlemen (MP) untuk Port Dickson.

Kasus Anwar Ibrahim

Anwar pernah dipenjara terkait kasus sodomi. Akhirnya, dia dipecat secara tidak hormat pada 2 September 1998. Dia menggugat Perdana Menteri Mahathir Mohammad dengan tuduhan pencemaran nama baik sebab diduga menyampaikan tuduhan tidak bermoral dan menyebut Anwar sebagai homoseksual pada konferensi pers di Malaysia.

Ketika itu, sebagian pengamat menilai Anwar masuk penjara karena terjadi perselisihan antara dirinya dengan Mahathir akibat krisis di Malaysia pada 1997.

Anwar dibebaskan dari penjara pada 2 September 2004 oleh PM Abdullah Badawi. Setelah itu, dia melanjutkan karier politik melalui Partai Keadilan (PK) dan kelompok oposisi yang ikut serta dalam pemilihan umum 2008 dan 2013. Dia merupakan pemimpin oposisi dari 2008 hingga 2015.

Pada 16 Juli 2008, Anwar Ibrahim ditangkap pihak berwajib lagi akibat tuduhan sodomi terhadap asisten pribadinya, Saiful Bukhari Azlan. Namun, kali ini dia dibebaskan sehari kemudian, yaitu setelah membayar uang jaminan.

Beberapa tahun berjalan, Anwar kembali menjadi sorotan pada awal 2020. Dia mengaku telah dikhianati oleh rekan-rekan politiknya di koalisi Pakatan Harapan (PH). Tak ayal, kejadian ini sempat meredupkan harapan Anwar untuk menjadi PM Malaysia.

Meski demikian, selang beberapa bulan, Anwar Ibrahim kembali maju dan mengklaim dirinya menguasai parlemen.

"Saat ini dengan jumlah yang saya miliki, Muhyiddin bukan lagi perdana menteri," katanya, dilansir CNBC Indonesia.

Itulah profil dan beberapa kasus yang pernah menjerat Anwar Ibrahim. Saat ini, dirinya dan Muhyiddin menunggu keputusan dari Raja Malaysia terkait pihak yang berhak duduk di kursi PM Malaysia.