Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur Berlimpah, Dinsos Jabar Ingatkan Jangan Sampai Ada Pihak yang Menimbun

ERA.id - Keadaan korban gempa bumi Kabupaten Cianjur di pengungsian saat ini mulai membaik. Namun, keadaan di lapangan terdapat riak-riak seperti penimbunan karena melimpahnya bantuan dan logistik dari berbagai pihak.

Meskipun proses pencarian 8 korban hilang akibat gempa itu terus dimaksimalkan hingga status tanggap bencana darurat berakhir 20 Desember mendatang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat, Dodo Suhendar memastikan kini sudah ada 14 dapur umum di 14 kecematan terdampak. Dari satu dapur umum pun bisa memproduksi 70 ribu nasi bungkus per hari.

Proses penanganan korban gempa berkekuatan 5,6 Magnitudo (M) pun ringan karena Tenaga Siaga Bencana (Tagana) dari berbagai wilayah pun turut berkontribusi. Sehingga, bantuan logistik maupun pasokan makanan dipastikan melimpah.

“NTB itu kirim Ayam Taliwang, Sumatera Barat kirim 3 ton rendang, itu semua buat warga," ucap Dodo dalam diskusi Pokja Gedung Sate dengan tema 'Jabar Gaspol Tanggap Bencana, Cianjur Pulih', Selasa (6/12/2022).

Dodo menyebutkan, upaya penanganan di tempat pengungsian bukan hal yang mudah. Sebab, hingga saat ini masih ada warga terdampak yang mengaku belum mendapatkan bantuan.

"Mereka bilang belum mendapat bantuan jika ada pejabat datang padahal bantuan sudah datang dari pihak lain. Dengan melimpahnya bantuan, ada juga istri RW yang menimbun bantuan, ini dinamika," ucapnya.

Selain penimbunan bantuan, imbuh Dodo, ada warga terdampak yang menolak dievakuasi. Mereka lebih memilih mendirikan tenda mandiri di sawah atau kebun.

"Ada juga menolak diberi bantuan,” imbuhnya.

Dodo menerangkan, sebanyak 450 pengungsi dari daerah terdampak eksodus ke daerah tidak terdampak seperti dari Cugenang ke Jamali.

"Ketika mereka eksodus kita bantu mereka, tapi warga di sana ada yang ikut mendirikan tenda dan jadi pengungsi, yang mampu pura-pura miskin untuk mendapat bantuan," terangnya.

Didasari hal itu, Dodo meminta bantuan yang berlimpah tidak dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab apalagi sampai ada penimbunan.

"Jangan ada yang menimbun, itu amembuat informasi soal bantuan tidak merata muncul. Kemarin sempat muncul juga fenomena warga mencegat bantuan,” kata Dodo.

Oleh sebab itu, manajemen logistik kebencanaan harus dikelola dengan baik dan tertata. Sebab, logistik masuk dari banyak pintu tetepi pintu keluarnya juga banyak.

"Kami ada platform digital Pisodapur atau Pusat Informasi dan Koordinasi Gempa Cianjur yang dibuat DIskominfo," sambungnya.

Hal itu digunakan untuk memastikan kebutuhan logistik warga terdampak bisa diketahui secara terukur. Berdasarkan, data terakhir tercatat ada 114.683 warga mengungsi, dan 42.033 rumah yangmengalami kerusakan.