Langgar Kebijakan Perusahaan, YouTube Hapus Saluran Resmi Pornhub

ERA.id - YouTube menghapus saluran resmi Pornhub setelah delapan tahun meluncurkan akunnya. Penghapusan ini lantaran akun Pornhub melanggar beberapa kebijakan perusahaan.

Menurut laporan Variety, pihak YouTube mengatakan akun Pornhub, yang merupakan outlet promosi situs seks untuk video melanggar kebijakan platform dengan menautkan ke situs web eksternal yang membagikan konten tidak diizinkan di YouTube.

"Setelah ditinjau, kami menghentikan saluran Pornhub Official menyusul beberapa pelanggaran Pedoman Komunitas kami," kata juru bicara YouTube Jack Malon.

Malon mengatakan perusahaan menegakkan kebijakan secara merata untuk semua orang, dan saluran yang berulang kali melanggar atau didedikasikan untuk konten yang melanggar akan dihentikan.

Sebelum dihapus pada hari Jumat, saluran Pornhub Official telah mengumpulkan hampir 900.000 pelanggan sejak diluncurkan pada Desember 2014. URL saluran sekarang menampilkan kesalahan 404 (tidak ditemukan) di web.

Menyusul penghapusan tersebut, seorang juru bicara MindGeek, perusahaan induk Pornhub, mengatakan perusahaan dengan keras menyangkal tuduhan YouTube. Pihaknya membantah telah melakukan pelanggaran dengan menautkan video ke situs-situs porno.

"Pornhub mempertahankan langkah-langkah kepercayaan dan keamanan terbaik mutlak di internet dan memberikan perhatian khusus untuk memastikannya tidak melanggar Pedoman Komunitas YouTube mana pun," kata juru bicara MindGeek.

Lalu, kata juru bicara MindGeek, keputusan YouTube dinilai sebagai aksi diskriminasi terhadap orang-orang di industri dewasa. Apalagi tren yang sudah berkembang di media sosial sudah diwarnai dengan kelompok-kelompok yang tidak jujur dengan mencampurkan konten dewasa konsensual dengan ekspolitasi.

Selain itu, pihaknya juga menyinggung tentang pekerja seks komersil yang disebut sebagai kelompok terpinggirkan yang mengandalkan media sosial untuk terhubung dengan penggemar dan mendapat uang.

"Penampil dan pekerja seks adalah kelompok terpinggirkan yang mengandalkan media sosial untuk terlibat dengan penggemar, mendapatkan uang, dan menghidupi diri sendiri dan keluarga mereka," ungkapnya.

Lebih lanjut, Pornhub meminta keadilan atas kebijakan yang dibuat oleh YouTube dengan menghapus saluran resminya. Pihaknya meminta YouTube untuk bersikap adil dan memperlakukan situs mereka sama seperti yang lainnya.

"Penegakan kebijakan YouTube yang serampangan dan sewenang-wenang terhadap Pornhub dan mereka yang terlibat dengan industri dewasa berbahaya dan berbahaya, dan kami menuntut agar perusahaan media sosial memperlakukan kami dengan cara yang sama seperti mereka memperlakukan orang lain," tegasnya.

Penghapusan akun Pornhub Official dari platform media sosial ini bukan kali pertama yang terjadi. Sebelumnya pada awal September, Instagram secara permanen melarang Pornhub, mengutip pelanggaran berulang terhadap pedoman komunitas situs, termasuk larangan ajakan seksual selama lebih dari 10 tahun.

Sebulan kemudian Instagram kembali menonaktifkan akun kedua yang dibuat Pornhub untuk mencoba mengatasi larangan akun utamanya.

Diketahui akun YouTube Pornhub tidak menampilkan materi seksual eksplisit, yang dilarang berdasarkan pedoman komunitas YouTube. Sebaliknya, saluran Resmi Pornhub di YouTube telah menampilkan seri seperti Saran untuk Model, Model Pornhub dan Literasi Pornhub 101, serta bagian tentang mode, musik, dan Pornhub Awards.